Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Saturday, July 12, 2014

Perusahaan Perkebunan Karet Terancam Bangkrut

Perusahaan perkebunan karet terancam bangkrut akibat harga jual karet di pasaran semakin mengalami penurunan dikarenakan permintaan yang rendah.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah, bahwa perusahaan perkebunan karet di tingkat harga  kini merugi karena harga jual sudah di bawah harga modal.


"Memang saat ini harga karet kering per kilogram kurang dari Rp18.000, sedangkan harga modal perusahaan justru mencapai angka Rp19.000 per kilogram," ungkapnya kepada Analisa di Medan, Jumat (11/7).

Dijelaskannya, jika keadaan ini semakin berkepanjangan, maka perkebunan terancam bangkrut. Apalagi, sejak medio tahun lalu, harga karet di pasar internasional terus tertekan karena dampak krisis global yang masih terasa di belahan bumi Amerika dan Eropa.
Bahkan, dua kawasan itu merupakan pangsa pasar karet terbesar ditambah Jepang dan Tiongkok dari kawasan Asia.

"Hingga kini, harga karet belum mampu menyentuh angka psikologis sebesar US$2,5 per kilogram yang dapat membawa untung bagi petani maupun pengusaha," jelasnya.
Lebih lanjut, harga karet justru terus anjlok dan hanya bermain dikisaran harga US$1,6 hingga US$1,9 per kilogram. Hal itu akan membuat produsen karet di Sumut terpaksa memangkas produksi guna menggenjot harga karet di pasar dunia. Namun, langkah itu belum sepenuhnya berhasil mendongkrak harga karena kenyataannya harga karet dunia semakin anjlok.

Berhenti Menyadap
Apabila dilihat dari perkebunan karet rakyat, saat ini banyak petani yang berhenti menyadap pohon karet karena penghasilan per harinya tak lagi dapat menutupi kehidupan sehari-hari. Keadaan itu mengakibatkan produksi karet semakin merosot.

Edy mengatakan, ketika produksi dan ekspor menurun, permintaan dari negara konsumen utama juga mengalami penurunan. Bahkan, volume ekspor karet Sumut di Mei 2014 mengalami penurunan sebesar 6,1 persen (year on year). Permintaan yang melemah itu dari Jepang, Tiongkok, dan Amerika Serikat dan mengakibatkan harga pasar di internasional juga tertekan.

"Keadaan itu membawa dampak negatif terhadap perkembangan ekspor serta pendapatan dari karet," katanya.

Dia menambahkan, perusahaan perkebunan yang merugi dan berkurangnya produksi karet rakyat mengancam keberlangsungan industri pengolahan karet Sumut yang kini mengalami defisit bahan baku sekitar 50 persen dari kapasitas pabrik.

"Menurunnya kapasitas produksi petani dan perusahaan karet, maka stok bahan baku untuk industri pengolahan otomatis berkurang. Apalagi dengan bahan baku yang berkurang hingga 50 persen itu, kapasitas produksi industri pengolahan menjadi tertekan dan mengancam terjadinya kelangkaan produk-produk karet dari pasaran. (ik) 

Hr (Analisa)

No comments:

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum