Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Monday, November 17, 2014

Riau Tawarkan 16,23 Juta Meter Kubik Limbah Sawit Ke Jerman

PEKANBARU — Riau menawarkan potensi limbah yang dapat dikelola menjadi biomassa untuk dikembangkan sebagai sumber energi pembangkit listrik kepada pengusaha asal Jerman.

Irhas Irfan, Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Riau, mengatakan pihaknya diundang oleh Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia yang membawa delapan pengusaha sektor pembangkit listrik tenaga biomassa.

Dalam kesempatan itu, Riau akan menawarkan potensi limbah kelapa sawit dan rumah tangga yang dimilikinya.

“Delapan pengusaha yang diajak oleh Kedutaan Besar Jerman kebetulan bergerak di bidang pembangkit listrik yang berbasiskan biomassa, jadi sesuai dengan rencana pengembangan investasi kami,” katanya di Pekanbaru, Minggu (16/11/2014).

Irhas menuturkan, saat ini potensi limbah industri dan rumah tangga yang ada di Pekanbaru dapat digunakan sebagai sumber energi pembangkit listrik dan menghasilkan 5 megawatt (MW).

Jumlah tersebut belum termasuk dengan potensi limbah kelapa sawit di kabupaten lain yang terus dikembangkan pemerintah.

Menurutnya, BPMPD Riau akan mendorong badan usaha milik daerah (BUMD) terlibat langsung dalam investasi sektor kelistrikan.

Tujuannya, BUMD Riau dapat mengelola bisnisnya secara profesional, dan tidak lagi bergantung kepada pendanaan dari APBD.

“Kalau BUMD di Riau berkembang, akan memberikan keuntungan kepada daerah melalui dividennya dan tidak lagi membebani APBD,” ujarnya.

Tingginya produksi kelapa sawit di Riau menjadikan wilayah tersebut sebagai tujuan investasi sektor biomassa.

Dengan luas perkebunan kelapa sawit yang mencapai 2,2 juta hektare, Riau memiliki potensi 16,23 juta meter kubik limbah cair sawit yang dapat dimanfaatkan menjadi listrik sebesar 90 MW.

Dinas Perkebunan Riau sebelumnya juga meminta perusahaan kelapa sawit untuk memanfaatkan limbahnya sebagai biomassa yang dapat menjadi sumber energi untuk pembangkit listrik.

Dengan begitu, perusahaan dapat mengurangi penggunaan batu bara dan bahan bakar minyak, sekaligus pencemaran lingkungan.

Zulher, Kepala Dinas Perkebunan Riau, mengatakan setiap perusahaan kelapa sawit dapat menghasilkan 1 MW dari limbahnya.

Dengan jumlah 187 perusahaan yang beroperasi saat ini, setidaknya ada 187 MW tambahan listrik yang dapat dimanfaatkan masyarakat di Riau.

Hingga akhir 2013, potensi biomassa di Indonesia mencapai 32.654 megawatt, tetapi baru sekitar 1.716 megawatt yang sudah dikembangkan.

Pengembangan pembangkit listrik berbasis bioenergi (on-grid) sampai hingga akhir tahun lalu mencapai sekitar 90,5 megawatt, dan pengembangan pembangkit listrik berbasis bioenergi (off-grid) sekitar 1.626 megawatt.

Pemerintah juga terus menggenjot pemanfaatan biomassa dengan mewajibkan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) membeli listrik dari pembangkit yang menggunakan energi baru dan terbarukan (EBT).

Kementerian ESDM telah menetapkan harga pembelian listrik atau feed in tariff dari pembangkit listrik tenaga biomassa senilai Rp1.150 per kilowatt hour (kWh) jika terinterkoneksi dengan jaringan tegangan menengah, dan Rp1.500 per kWh untuk yang terinterkoneksi dengan jaringan tegangan rendah.

Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif pajak penghasilan untuk investasi di sektor EBT, pembebasan bea masuk dan kemudahan prosedur perizinan.

Lili Sunardi   -   16 November 2014,
Editor : Yoseph Pencawan sumatra.bisnis.com

No comments:

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum

DIREKSI PTPN 2012

Dirut PTPN I Wargani Direktur:Ramadhan Ismail Direktur:Abdul Mukti Nasution Direktur:Amrijal Direktur:Husni Ibrahim Dirut PTPN II Bhatara Moeda Nasution Direktur:Naif Ali Dahbul Direktur:Wisnu Budi Direktur:Komaruzaman Direktur:Hakim Bako Dirut PTPN III Megananda Daryono Direktur:Kusumandaru Direktur:Bagas Angkasa Direktur:Balaman Tarigan Direktur:Nurhidayat Direktur:Erwan Pelawi Direktur:Rahmad Prawirakusumah Dirut PTPN IV Erwin Nasution Direktur:Ahmad Haslan Saragih Direktur:Andi Wibisono Direktur:Setia Dharma Sebayang Direktur:Memet Dirut PTPN V Fauzi Yusuf Direktur:Suharjoko Direktur:Pontas Tambunan Direktur:Samsul Rizal Direktur:Berlino Mahendra Dirut PTPN VI Iskandar Sulaiman Direktur:Fahrur Razi Lubis Direktur:Ahmad Karimuddin Direktur:Arfinaldi Direktur:Nasulian Arifin Dirut PTPN VII Boyke Budiman Direktur:M. Nasir Direktur:Agus Rianto Direktur:Rafael Sibagariang Direktur:Budi Santoso Dirut VIII Dadi Sunardi Direktur:Irwan Abdul Direktur:Rahman Lubis Direktur:Dikdik Koesandi Direktur:Rahman Slamat Dirut IX Adi Prasongko Direktur:Slamat Purwadi Direktur:Natsir Tarigan Direktur:Ishak Direktur:Hanung Dirut X Subiyono Direktur:Doli P. Pulungan Direktur:Tarsisius Sudarianto Direktur:Mhd Sultan Direktur:Joko Sanioso Dirut XI Andi Punoko Direktur:Titis Adji Direktur:Burhan Chatib Direktur:Budi Hidayat Direktur:Eri Iswadi Dirut XII Singgih Irwan Basri Direktur:Sugeng Budiraharjo Direktur:Bambang Wijanarko Direktur:Sahala Hutasoit Direktur:Swarno Dirut XIII Baim Rachman Direktur:Sunardi Direktur:Anang Direktur:Umar Direktur:Pandapotan Girsang Dirut XIV Budi Purnomo Direktur:Amirullah Haris Direktur:Rispan Adi Adris Direktur:Mardianto Dirut RNI Persero Ismed Hasan Putro.