Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Saturday, December 20, 2014

PUPUK SAWIT TABLET ?

Apkasindo Ciptakan Pupuk Sawit Tablet

Medan. Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) bekerjasama dengan universitas di Riau menciptakan pupuk tablet yang sesuai kondisi tanah dan benih sehingga meningkatkan kualitas Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit.

Ketua Umum Apkasindo, Anizar Simanjuntak mengatakan, masalah pupuk palsu masih belum dapat diatasi bahkan sudah menyebar penggunaannya di tingkat petani. Ini tentu membuat kualitas TBS menurun dan kalah dengan produksi kelapa sawit perusahaan swasta.

"Melalui program kerja kita diperiode 2014-2019, Apkasindo bekerjasama dengan universitas di Riau membuat pupuk tablet. Kita juga telah ujicoba penggunaan pupuk tablet di lahan seluas 2.600 hektare di Riau," ujarnya kepada wartawan di Medan, Selasa (16/12).

Dijelaskan Anizar yang kembali terpilih menjadi Ketua Umum Apkasindo secara aklamasi di Munas Apkasindo November 2014 untuk periode 2014-2019 ini, untuk pemupukan ini nantinya harus dilakukan 6 bulan sekali dengan harga jual pupuk tablet sebesar Rp 42 ribu perkotak dengan isi 50 pil.

Proyek Apkasindo ini akan dikembangkan di seluruh Indonesia sehingga produksi tanaman kelapa sawit meningkat. "Awalnya program kerjanya kita membentuk koperasi dulu karena selama ini ada tapi tidak jalan. Setelah ini tumbuh dengan baik, maka mengembangkan pupuk tablet," ucapnya.

Diungkapkan Anizar, pembentukan koperasi yang memiliki petani ini sangat penting. Apalagi melihat luas lahan kelapa sawit yang cukup luas di Indonesia, yang berarti banyak petani di dalamnya menggantungkan perekonomian kehidupannya dari tanaman penghasil CPO tersebut.

"Petani dan pengusaha harus bisa bekerjasama meningkatkan CPO Indonesia dan pemerintah harus mendukungnya dengan aturan-aturan yang tidak merugikan petani dan pengusaha. Karena dari 10 juta hektare luas kelapa sawit di Indonesia, 40% nya lahan petani produksinya masih di bawah produksi normal. Bukan karena hasil jelek atau rendemen rendah, tapi karena tidak ada pembinaan yang bisa menentukan harga dan mutu TBS dan peningkatan SDM nya," kata Anizar.

Sementara harga TBS ditahun depan, menurut Anizar, diprediksi membaik dibandingkan tahun 2014 atau di atas harga Rp 1.400 perkg.

"Sebenarnya ditahun ini, harga TBS masih normal tapi diharapkan tahun depan ada peningkatan karena masalah ekonomi dunia membaik dan industri biodisel berkembang. Meski memang masih banyak petani yang belum masuk ISPO, tapi diharapkan mitra-mitra lain bisa membantu untuk kerja sama," pintanya. ( yuni naibaho)

http://mdn.biz.id/n/136016/

No comments:

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum

DIREKSI PTPN 2012

Dirut PTPN I Wargani Direktur:Ramadhan Ismail Direktur:Abdul Mukti Nasution Direktur:Amrijal Direktur:Husni Ibrahim Dirut PTPN II Bhatara Moeda Nasution Direktur:Naif Ali Dahbul Direktur:Wisnu Budi Direktur:Komaruzaman Direktur:Hakim Bako Dirut PTPN III Megananda Daryono Direktur:Kusumandaru Direktur:Bagas Angkasa Direktur:Balaman Tarigan Direktur:Nurhidayat Direktur:Erwan Pelawi Direktur:Rahmad Prawirakusumah Dirut PTPN IV Erwin Nasution Direktur:Ahmad Haslan Saragih Direktur:Andi Wibisono Direktur:Setia Dharma Sebayang Direktur:Memet Dirut PTPN V Fauzi Yusuf Direktur:Suharjoko Direktur:Pontas Tambunan Direktur:Samsul Rizal Direktur:Berlino Mahendra Dirut PTPN VI Iskandar Sulaiman Direktur:Fahrur Razi Lubis Direktur:Ahmad Karimuddin Direktur:Arfinaldi Direktur:Nasulian Arifin Dirut PTPN VII Boyke Budiman Direktur:M. Nasir Direktur:Agus Rianto Direktur:Rafael Sibagariang Direktur:Budi Santoso Dirut VIII Dadi Sunardi Direktur:Irwan Abdul Direktur:Rahman Lubis Direktur:Dikdik Koesandi Direktur:Rahman Slamat Dirut IX Adi Prasongko Direktur:Slamat Purwadi Direktur:Natsir Tarigan Direktur:Ishak Direktur:Hanung Dirut X Subiyono Direktur:Doli P. Pulungan Direktur:Tarsisius Sudarianto Direktur:Mhd Sultan Direktur:Joko Sanioso Dirut XI Andi Punoko Direktur:Titis Adji Direktur:Burhan Chatib Direktur:Budi Hidayat Direktur:Eri Iswadi Dirut XII Singgih Irwan Basri Direktur:Sugeng Budiraharjo Direktur:Bambang Wijanarko Direktur:Sahala Hutasoit Direktur:Swarno Dirut XIII Baim Rachman Direktur:Sunardi Direktur:Anang Direktur:Umar Direktur:Pandapotan Girsang Dirut XIV Budi Purnomo Direktur:Amirullah Haris Direktur:Rispan Adi Adris Direktur:Mardianto Dirut RNI Persero Ismed Hasan Putro.