Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Sunday, July 5, 2015

Pengamat: pemerintah perlu bangun "kebun energi"

Pengamat: pemerintah perlu bangun Jakarta (ANTARA News) - Pemerintahan baru perlu membangun "kebun energi terbarukan" yaitu kebun sawit khusus untuk memproduksi minyak sawit (crude palm oil/CPO) untuk bahan bakar nabati (BBN) yang ramah lingkungan (biodisel), kata pengamat energi Wibowo S. Wirjawan, di Jakarta, Senin.
"Langkah awal yang perlu ditempuh pemerintah untuk mewujudkan kebun energi itu dengan membentuk aliansi antara BUMN bidang perkebunan dengan BUMN sektor energi sebagai pemegang komando implementasi program tersebut," kata pengamat energi, Wibowo Wirjawan, terkait keinginan pemerintah baru mengembangkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan.

Wibowo Wirjawan mengatakan produk biodiesel tersebut nantinya dijual kepada BUMN energi untuk didistribusikan dan dijual ke pasar dalam negeri. Sementara hasil penjualan kelapa sawit bisa digunakan oleh petani untuk mencicil pinjaman kredit lunaknya.

"Ini yang menjadi konsep energi dari rakyat untuk rakyat. Rakyat berpartisipasi menyediakan bahan baku energi nabati, turut serta dalam proses produksi bahan bakar nabati (BBN) dan menyediakan energi untuk rakyat banyak," ujarnya.

Dikatakannya, pemerintah Jokowi-JK bisa memanfaatkan banyaknya lahan terlantar di Indonesia yang mencapai 70 juta hektar, terutama hutan yang sudah tidak produktif, lahan gambut ex-program 1 juta hektare dan lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang ditelantarkan pemiliknya.

"Tidak ada kata terlambat untuk memulai. Pemerintahan baru harus mulai membangun 'kebun energi' sekarang meskipun hasilnya baru akan dinikmati dalam tiga hingga empat tahun mendatang," ujar mantan Deputi Pengendalian Finansial BP Migas (sekarang SKK Migas).

Ia menambahkan melalui pembentukan "kebun energi" yang dikelola bersama oleh aliansi BUMN perkebunan dan energi, maka masalah lingkungan, pengelolaan limbah dan karbon (CO2) bisa diatasi melalui penerapan manajemen kebun yang berstandar Indonesia Sustainability Palm Oil (ISPO).

Ia menjelaskan pengembangan biofuel di Indonesia tidak berkembang pesat seperti di negara lain karena banyaknya faktor penghambat dalam implementasi program pengembangan biodiesel.

"Padahal banyak dampak ikutan yang didapat. Untuk produksi green diesel 100.000 barrel per hari dibutuhkan sekitar lima juta ton CPO per tahun dan luas lahan 1 juta hektare. Perlu tenaga kerja sekitar 1,5 juta orang dan devisa yang bisa dialihkan ke dalam negeri sebagai substitusi impor mencapai 4,6 miliar per tahun," jelasnya lagi.

Ia mengakui program biodiesel generasi I yang telah dilakukan mempunyai sejumlah kelemahan, seperti menyebabkan mesin "nglitik", mudah beku pada suhu tertentu, dan kandungan sulfur yang bisa menyebabkan korosi mesin.

Namun menurut dia, dengan teknologi proses yang lebih maju seperti milik Neste Oil maka kelemahan tersebut bisa diatasi dan menghasilkan bahan bakar diesel berkualitas tinggi, bahkan melebihi kualitas bahan bakar diesel dari minyak bumi (petro diesel). (*)

Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © ANTARA 2014

No comments:

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum

DIREKSI PTPN 2012

Dirut PTPN I Wargani Direktur:Ramadhan Ismail Direktur:Abdul Mukti Nasution Direktur:Amrijal Direktur:Husni Ibrahim Dirut PTPN II Bhatara Moeda Nasution Direktur:Naif Ali Dahbul Direktur:Wisnu Budi Direktur:Komaruzaman Direktur:Hakim Bako Dirut PTPN III Megananda Daryono Direktur:Kusumandaru Direktur:Bagas Angkasa Direktur:Balaman Tarigan Direktur:Nurhidayat Direktur:Erwan Pelawi Direktur:Rahmad Prawirakusumah Dirut PTPN IV Erwin Nasution Direktur:Ahmad Haslan Saragih Direktur:Andi Wibisono Direktur:Setia Dharma Sebayang Direktur:Memet Dirut PTPN V Fauzi Yusuf Direktur:Suharjoko Direktur:Pontas Tambunan Direktur:Samsul Rizal Direktur:Berlino Mahendra Dirut PTPN VI Iskandar Sulaiman Direktur:Fahrur Razi Lubis Direktur:Ahmad Karimuddin Direktur:Arfinaldi Direktur:Nasulian Arifin Dirut PTPN VII Boyke Budiman Direktur:M. Nasir Direktur:Agus Rianto Direktur:Rafael Sibagariang Direktur:Budi Santoso Dirut VIII Dadi Sunardi Direktur:Irwan Abdul Direktur:Rahman Lubis Direktur:Dikdik Koesandi Direktur:Rahman Slamat Dirut IX Adi Prasongko Direktur:Slamat Purwadi Direktur:Natsir Tarigan Direktur:Ishak Direktur:Hanung Dirut X Subiyono Direktur:Doli P. Pulungan Direktur:Tarsisius Sudarianto Direktur:Mhd Sultan Direktur:Joko Sanioso Dirut XI Andi Punoko Direktur:Titis Adji Direktur:Burhan Chatib Direktur:Budi Hidayat Direktur:Eri Iswadi Dirut XII Singgih Irwan Basri Direktur:Sugeng Budiraharjo Direktur:Bambang Wijanarko Direktur:Sahala Hutasoit Direktur:Swarno Dirut XIII Baim Rachman Direktur:Sunardi Direktur:Anang Direktur:Umar Direktur:Pandapotan Girsang Dirut XIV Budi Purnomo Direktur:Amirullah Haris Direktur:Rispan Adi Adris Direktur:Mardianto Dirut RNI Persero Ismed Hasan Putro.