Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Wednesday, November 18, 2015

Mendorong Konsumen ke Sustainable Palm Oil

 RSPO yakin konsumen Indonesia beralih sawit berkelanjutan
Kuala Lumpur - Asosiasi nirlaba pemangku kepentingan industri minyak kelapa sawit Tha Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) meyakini konsumen Indonesia akan beralih ke produk minyak kelapa sawit berkelanjutan di tengah tingginya perhatian masyarakat terhadap nominal harga.

"Minyak kelapa sawit itu, kecuali dalam minyak goreng, kandungannya sangat kecil dalam produk-produk turunan yang dikonsumsi konsumen Indonesia, jadi tidak akan berpengaruh ke harga barang," kata Global Outreach and Engagement Director RSPO, Stefano Savi, di sela pertemuan tahunan RSPO ke 13 di Kuala Lumpur, Rabu.

Ia menuturkan, selama ini pertimbangan harga merupakan hal utama bagi konsumen Indonesia dalam memilih barang konsumsi, termasuk produk minyak kelapa sawit.

Konsumen di Tanah Air, lanjut Stefano, selama ini juga hanya mengenal produk minyak kelapa sawit dalam bentuk minyak goreng. Padahal, kelapa sawit merupakan komoditas yang biasa digunakan dalam banyak produk seperti margarin, cokelat, es krim, sabun, kosmetik, bahan bakar minyak (BBM) dan pembangkit listrik.

Hal itu tercermin dalam survei yang dilakukan oleh Daemeter Consulting guna memotret persepsi konsumen terhadap produk minyak kelapa sawit berkelanjutan.

Survei dilakukan terhadap 700 responden perempuan dewasa pemegang keputusan belanja kelas menengah dan atas di kota Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, dan Surabaya pada Mei-Agustus 2015.

Hasilnya, tingkat kesadaran konsumen Indonesia terhadap produk minyak kelapa sawit berkelanjutan masih rendah meski ada sekitar 27 persen diantaranya yang menyatakan siap untuk mendukung dan beralih ke produk minyak kelapa sawit berkelanjutan.

Oleh karena itu, Stefano mengaku akan terus mendorong komunikasi dengan konsumen di Indonesia untuk meningkatkan konsumsi produk minyak kelapa sawit berkelanjutan.

Pihaknya juga mengaku akan menggandeng sejumlah lembaga, termasuk lembaga swadaya masyarakat untuk mendorong penggunaan produk minyak kelapa sawit berkelanjutan.

"Minyak kelapa sawit itu tidak negatif juga, itu juga tercermin dalam survei. Makanya jika konsumen peduli, dia pasti akan beralih ke produk yang berkelanjutan," ujarnya.

Dalam survei yang sama, persepsi positif mengenai minyak kelapa sawit mencapai 59 persen, lantaran sektor tersebut dinilai berkontribusi dalam penyediaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan petani kecil serta peningkan devisa negara.

Sementara persepsi negatif mengenai minyak kelapa sawit mencapai 26 persen karena dinilai merusak lingkungan atas kasus kebakaran hutan yang terjadi.

Sustainable Palm Oil Program Manager WWF-Indonesia Agung Putra, dalam kesempatan yang sama, mengatakan tingkat pengetahuan konsumen di Indonesia mengenai minyak kelapa sawit berkelanjutan memang masih rendah ketimbang tingkat kebutuhannya dalam membeli suatu produk.

Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan edukasi mengenai produk minyak kelapa sawit berkelanjutan sebagai upaya pelestarian lingkungan.

"Memang di situ tantangan menghadapi konsumen Indonesia yang berbeda, makanya kami akan terus melakukan edukasi dan pemahaman," kata Putra menambahkan pihaknya berencana meluncurkan aplikasi "mobile" panduan konsumen.

Pewarta: (ANTARA News)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015

No comments:

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum

DIREKSI PTPN 2012

Dirut PTPN I Wargani Direktur:Ramadhan Ismail Direktur:Abdul Mukti Nasution Direktur:Amrijal Direktur:Husni Ibrahim Dirut PTPN II Bhatara Moeda Nasution Direktur:Naif Ali Dahbul Direktur:Wisnu Budi Direktur:Komaruzaman Direktur:Hakim Bako Dirut PTPN III Megananda Daryono Direktur:Kusumandaru Direktur:Bagas Angkasa Direktur:Balaman Tarigan Direktur:Nurhidayat Direktur:Erwan Pelawi Direktur:Rahmad Prawirakusumah Dirut PTPN IV Erwin Nasution Direktur:Ahmad Haslan Saragih Direktur:Andi Wibisono Direktur:Setia Dharma Sebayang Direktur:Memet Dirut PTPN V Fauzi Yusuf Direktur:Suharjoko Direktur:Pontas Tambunan Direktur:Samsul Rizal Direktur:Berlino Mahendra Dirut PTPN VI Iskandar Sulaiman Direktur:Fahrur Razi Lubis Direktur:Ahmad Karimuddin Direktur:Arfinaldi Direktur:Nasulian Arifin Dirut PTPN VII Boyke Budiman Direktur:M. Nasir Direktur:Agus Rianto Direktur:Rafael Sibagariang Direktur:Budi Santoso Dirut VIII Dadi Sunardi Direktur:Irwan Abdul Direktur:Rahman Lubis Direktur:Dikdik Koesandi Direktur:Rahman Slamat Dirut IX Adi Prasongko Direktur:Slamat Purwadi Direktur:Natsir Tarigan Direktur:Ishak Direktur:Hanung Dirut X Subiyono Direktur:Doli P. Pulungan Direktur:Tarsisius Sudarianto Direktur:Mhd Sultan Direktur:Joko Sanioso Dirut XI Andi Punoko Direktur:Titis Adji Direktur:Burhan Chatib Direktur:Budi Hidayat Direktur:Eri Iswadi Dirut XII Singgih Irwan Basri Direktur:Sugeng Budiraharjo Direktur:Bambang Wijanarko Direktur:Sahala Hutasoit Direktur:Swarno Dirut XIII Baim Rachman Direktur:Sunardi Direktur:Anang Direktur:Umar Direktur:Pandapotan Girsang Dirut XIV Budi Purnomo Direktur:Amirullah Haris Direktur:Rispan Adi Adris Direktur:Mardianto Dirut RNI Persero Ismed Hasan Putro.