Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Wednesday, August 17, 2016

Topik : MERENUNGKAN HUT REPUBLIK INDONESIA




 Suasana HUT Kemerdekaan R.I. ke - 71
Kemeriahan HUT R.I. ke-71
CORAT-CORET dari
SEBUAH  "PERENUNGAN "


Ilustrasi seorang anak hormat bender foto/: PG

Bertepatan dengan suasana memperingati HUT R.I, ke 71 ini, saya mendapat pertanyaan dari sang anak, pertanyaannya adalah papa merdeka itu bebas dari b****** ya?.
Awalnya saya pengen simple aja menjawabnya, (maksudnya tinggal bilang iya saja)... beres!, namun seketika itupula  didalam batin saya ini berkeinginan tidak mau asal-asal menjawab meski dengan seorang anak kecil, bukankah ia juga bakal dewasa, jika kita memberikan informasi yg sempit yang malah cenderung keliru, betapa malunya kita sebagai orang tuanya dan kasihan ia telah mendapatkan informasi yang asal-asalan apalagi BERBOHONG..nah akhirnya muncul deh corat-coret ini,.. mengalir ajalah kayak air..... 

Di antara wasiat-wasiat (pesan-pesan) Rasulullah Saw adalah:
Jangan takut berada di jalan Allah terhadap celaan orang yang suka mencela.” Aku berkata, “Tambah lagi ya Rasulullah.” Beliau melanjutkan pesannya: “Katakanlah apa yang hak meskipun akibatnya terasa pahit.” ( HR. Ibnu Hibban)

"Rasa takut (segan) terhadap manusia jangan sampai menghalangi kamu untuk menyatakan apa yang sebenarnya jika memang benar kamu melihatnya, menyaksikan atau mendengarnya". (HR. Ahmad)
                                                                             
Sudah saatnya kita harus berupaya mengatakan yang "benar" atau yang baik, semoga kedepannya anak-anak tersebut bisa menempatkan dirinya didalam posisi pemikiran yang baik dan wajar agar dapat mengambil hikmahnya. ..

"Untuk upacara di setiap tanggal 17 agustus pada tiap-tiap tahunnya, adalah sebuah seremonial dalam upaya memperingati dan mengenang perjuangan dalam membebaskan Negara kita dari cengkraman si- penjajah. memang tidak dipungkiri pada kenyataannya b******lah yang paling lama menguasai dan mengatur hingga sendi-sendi berkehidupan di wilayah kepulauan hindia belanda, pada awalnya sih no problem dengan bangsa yang ada di nusantara setidaknya sejak mulai masuk di abad ke 16 yang lalu.

kenapa pakai kerek bendera,dan barisan tentara/aparat?
Bendera adalah simbol dari suatu negara/kaum/bangsa, dikibarkan ditiang tinggi diharapkan apabila berkibar ditiup angin terlihat indah dan menandakan suatu eksistensi, sedangkan tentara dan aparat mewakili masyarakat/rakyat yang menggambarkan sebuah kekuatan".(menurut saya)

Namun demikian terlihat berseni karena dikemas begitu baiknya dan teraturnya,oleh karena itulah Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki tentara yang berpenampilan dan kemampuan terbaik,dan disegani, terlihat apalagi dalam hal baris-berbaris wow keren kan!.  

Sisi lain saya berusaha juga melepaskan pemikiran yang terlalu sempit dan egois bahwasannya kemerdekaan itu tidak "mutlak" seperti kita melihat film perang-perangan atau film action semuanya harus diawali dan diakhiri dengan kekerasan atau hanya mencari "siapa kalah - siapa menang"!!!.  

saya coba menelaah pengertiannya sbb :
Dalam pembukaan dan UU ada berkaitan bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa...

Namun seperti apa sih kemerdekaan itu sebenarnya ???..

(Referensi: kamusbahasaindonesia) : keadaan (hal) berdiri sendiri (bebas, lepas, tidak terjajah lagi, dan sebagainya); kebebasan
Merdeka :
1 bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya);
2 tidak terkena atau lepas dari tuntutan:
3 tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; leluasa, bebas merdeka (dapat berbuat sekehendak hatinya);

Saya adalah manusia yang kebetulan hidup dan beraktifitas bersama2x manusia lainnya yang tinggal dilingkungan dan kungkungan suatu bangsa yang disebut “bangsa Indonesia”

Jika berkaca pada diri sendiri kok kayaknya saya juga merasa belum merdeka ya..?? (hadehh).

Mungkin ada yang berpendapat bahwa kemerdekaan yang hakiki itu adalah kemerdekaan dalam hal  bebas se-MAU-nya untuk melakukan dan mendapatkan apa saja yang di inginkan! (benarkah demikian??)… tapi sepertinya tidaklah, jangan begitu.., karena pada dasarnya semua pasti ada "hak"nya.

Namun kalau dalam makna suatu perayaan “kemerdekaan suatu bangsa/negara” dimanapun ya maksudnya adalah BEBAS dari bangsa yang selama ini menjajah, kalau Merdeka berarti bisa diakui untuk mengatur,memanfaatkan, dan memerintah di negerinya sendiri…ya hanya itulah.

Suatu penjajahan dari dahulu hingga zaman modern ini menurut pendapat saya sama saja cuma bedanya kan cara dan metodenya atau penggunaan istilah bahasa, tetap saja Pemicu utamanya tak lain tak bukan adalah bersinggungan dengan urusan pemenuhan kebutuhan ekonomi dan AROGANSI.

yaahhh, namanya juga PENJAJAH meski memakai bahasa yang super diperhalus pun tetaplah ia si-penjajah,..karena pastilah ada menginginkan “suatu” yang diambil bukan???semakin berpengalaman dalam menjajah ya pastilah banyak mengetahui metode dan cara-cara terselubung untuk MENJAJAH.

Contoh: dengan trik-trik tertentu meski terlihat dengan halus, padahal maksudnya untuk menekan, mendesak, mencabut, merampas, merampok,….sampai membunuh pun bisa dilakukannya dengan halus,..ckckckckkck…sadizzz banget…makanya untuk manusia yang sudah memiliki sifat "penjajah" dibuatlah suatu PERATURAN/UNDANG-UNDANG baik secara internal maupun internasional, agar si-tamak, si-serakah,si-sombong,si dengki, atau si-pembohong,dan si bakhil setidaknya bisa menjauhi perbuatannya jahatnya itu.....Eling !

MEREFLEKSI SEBUAH KATA “JAJAH”

(Referensi: kamusbahasaindonesia)
JAJAH adalah  menguasai dan memerintah suatu negeri

Jika diasumsikan : Men “jajah” adalah suatu perbuatan yang bermaksud menguasai sesuatu terutama wilayah/negeri,

sedangkan orangnya adalah
Pen”jajah ” yaitu orang yang terlalu menguasai (menindas dan sebagainya) orang lain (bawahan dan sebagainya);

lalu yang dijajah diasumsikan : ter “jajah” adalah  tertindas; tersusahkan.

Berarti tentulah sampai menguasai hak asasi orang seperti harta-benda,bahkan sampai menjajah hati dan fikiran dari si terjajah.. begitulah kejamnya, pastilah  tak enak menjadi orang yang terjajah lahir & bathin nya tertindas, tersusahkan oleh perbuatan si-penjajah itu) dalam agama disebut kezaliman..
Namun demikian salahkah jika ada yang berusaha “berjuang melawan” kezaliman???..apa ada yang tahan terus menerus "dibohongi,digoblokin,dikuasai, dan ditindas!!!"

Waspadalah terhadap do’a orang yang dizalimi. Sesungguhnya antara dia dengan Allah tidak ada tabir penyekat. (HR. Mashabih Assunnah)

Makanya ada perjuangan untuk melawan suatu penjajahan dari bangsa asing wajarlah,….namun ada juga yang membuat ironis dan miris saya rasa dari zaman dulupun sudah ada yaitu adanya sebuah perjuangan, perlawanan yang muncul karena “penjajahan” oleh yg dekat-dekat saja, bangsanya, kaumnya, rekannya,tetangganya, atau malah saudara kandungnya sendiri..(hal ini jika diamati banyak juga terjadi!!!)…

Bila orang-orang melihat seorang yang zalim tapi mereka tidak mencegahnya dikhawatirkan Allah akan menimpakan hukuman terhadap mereka semua. (HR. Abu Dawud)

Kadang sih ada yang seolah-olah tidak melawan/diam bisa saja itu karena takut atau memiliki keimanan yang baik, namun begitu semua pasti ada konsekwensinya...mau pilih apa.. ke surga atau neraka..,
bagi yang yakin semua itu pastilah ada yang Maha mengatur, Tuhan Maha Adil, Maha Melihat, Maha Mendengar.

Allah Azza Wajalla berfirman (hadits Qudsi): “Dengan keperkasaan dan keagunganKu, Aku akan membalas orang zalim dengan segera atau dalam waktu yang akan datang. Aku akan membalas terhadap orang yang melihat seorang yang dizalimi sedang dia mampu menolongnya tetapi tidak menolongnya.” (HR. Ahmad)


Didalam agama apapun suatu kemerdekaan itu adalah hak setiap makhluk ciptaanNya. oleh sebab itu adil rasanya jika saya yg diklasifikasikan orang dewasa juga merasa perlu juga belajar mendapatkan arti/pengertian yang baik/sebenarnya berkaitan dengan suatu kemerdekaan, agar tidak terjerumus meniru orang yang memiliki sifat, mental, dan perbuatan layaknya si-penjajah dengan kebiasaan-kebiasaan "predator"nya seperti "menekan, mengancam, mengintimidasi, memfitnah, menguasai, mengambil hak orang lain, pembunuhan karakter,penyanderaan fisik dan psikis, sampai-sampai menghilangkan nyawa, yang semua itu sudah berujung penindasan dan kekejaman kepada pihak lain "...berhati-hatilah bisa saja kan terjadi disekeliling anda atau malah bisa juga menimpa anda!!!...."nauzubillah minzalik"

"Sesungguhnya persoalan-persoalan itu ada tiga macam, yaitu persoalan yang jelas bagimu kebenarannya maka ikutilah, persoalan yang jelas bagimu sesatnya maka jauhilah, dan persoalan yang terdapat perselisihan di dalamnya maka serahkanlah (kembalikan penentuan hukumnya) kepada yang alim (ilmuwan)". (HR. Ath-Thabrani)

Lalu dimanakah “biasanya” diri kamu menempatkan hal seperti itu sebenarnya? Sadarkah anda apakah termasuk manusia si-pen”jajah” atau manusia si-ter “jajah”??? 

Janganlah engkau teruskan melakukan PEMBENARAN sendiri diatas penderitaan orang lain. Berhentilah menyusahkan orang lain/bawahan,  

penutup ;
Jauhilah kezaliman, sesungguhnya kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat. Jauhilah kekikiran, sesungguhnya kekikiran telah membinasakan (umat-umat) sebelum kamu, mereka saling membunuh dan menghalalkan apa-apa yang diharamkan. (HR. Bukhari)

RENUNGKANLAH!...RENUNGKANLAH!...RENUNGKANLAH!...

Semoga Allah menjauhkan kita dari hal tersebut
"nauzubillah minzalik"

نعوذ بالله من ذلك


Foto/: Dhika The Orange
        : PG


No comments:

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum

DIREKSI PTPN 2012

Dirut PTPN I Wargani Direktur:Ramadhan Ismail Direktur:Abdul Mukti Nasution Direktur:Amrijal Direktur:Husni Ibrahim Dirut PTPN II Bhatara Moeda Nasution Direktur:Naif Ali Dahbul Direktur:Wisnu Budi Direktur:Komaruzaman Direktur:Hakim Bako Dirut PTPN III Megananda Daryono Direktur:Kusumandaru Direktur:Bagas Angkasa Direktur:Balaman Tarigan Direktur:Nurhidayat Direktur:Erwan Pelawi Direktur:Rahmad Prawirakusumah Dirut PTPN IV Erwin Nasution Direktur:Ahmad Haslan Saragih Direktur:Andi Wibisono Direktur:Setia Dharma Sebayang Direktur:Memet Dirut PTPN V Fauzi Yusuf Direktur:Suharjoko Direktur:Pontas Tambunan Direktur:Samsul Rizal Direktur:Berlino Mahendra Dirut PTPN VI Iskandar Sulaiman Direktur:Fahrur Razi Lubis Direktur:Ahmad Karimuddin Direktur:Arfinaldi Direktur:Nasulian Arifin Dirut PTPN VII Boyke Budiman Direktur:M. Nasir Direktur:Agus Rianto Direktur:Rafael Sibagariang Direktur:Budi Santoso Dirut VIII Dadi Sunardi Direktur:Irwan Abdul Direktur:Rahman Lubis Direktur:Dikdik Koesandi Direktur:Rahman Slamat Dirut IX Adi Prasongko Direktur:Slamat Purwadi Direktur:Natsir Tarigan Direktur:Ishak Direktur:Hanung Dirut X Subiyono Direktur:Doli P. Pulungan Direktur:Tarsisius Sudarianto Direktur:Mhd Sultan Direktur:Joko Sanioso Dirut XI Andi Punoko Direktur:Titis Adji Direktur:Burhan Chatib Direktur:Budi Hidayat Direktur:Eri Iswadi Dirut XII Singgih Irwan Basri Direktur:Sugeng Budiraharjo Direktur:Bambang Wijanarko Direktur:Sahala Hutasoit Direktur:Swarno Dirut XIII Baim Rachman Direktur:Sunardi Direktur:Anang Direktur:Umar Direktur:Pandapotan Girsang Dirut XIV Budi Purnomo Direktur:Amirullah Haris Direktur:Rispan Adi Adris Direktur:Mardianto Dirut RNI Persero Ismed Hasan Putro.