Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Wednesday, May 9, 2018

Sawit : Hebat CO2 DISERAP TANAMAN SAWIT


Sebuah artikel menarik lain tentang tanaman Kelapa Sawit yang di sampaikan kepada saya dapat menambah wawasan atau pengetahuan bagi  kita generasi Perkebunan yaitu : 
Kebun Sawit Indonesia Serap 2.2 Milyar Ton Karbon Dunia Setiap Tahun..
    Menurut laporan International Energy Agency (2017) menyebutkan bahwa sekitar 90 persen emisi Gas Rumah Kaca (greenhouse gas, GHG) pada udara bumi adalah berupa karbon dioksida (CO2). Kenaikan emisi gas karbon inilah penyebab utama terjadinya pemanasan global (global warming) yang kemudian memicu terjadinya perubahan iklim dunia.


    Untuk mengatasi pemanasan global, dua cara sekaligus sedang menjadi gerakan masyarakat dunia saat ini. Pertama, mengurangi emisi karbon melalui pengurangan penggunaan energi fosil dunia. Karena 70 persen dari emisi karbon dunia tersebut bersumber dari energi fosil/BBM dunia. Kedua, menyerap kembali karbon pada udara bumi melalui penanaman tanaman sebanyak mungkin, karena tanaman mempunyai kemampuan menyerap karbon dari udara bumi yakni melalui proses fotosintesis tanaman.
    Tanaman Kelapa Sawit atau kebun sawit ternyata diberikan Tuhan Yang Maha Esa kemampuan menyerap karbon dari udara bumi yang cukup besar. Pohonnya yang bertumbuh cepat dan produksi minyak yang cukup besar, meyerap gas karbon yang cukup besar juga dari udara bumi.  Menurut riset Henson (1999) mengungkapkan bahwa setiap hektar kebun sawit menyerap rata-rata 161 ton CO2/ha/tahun. Karbon yang diserap inilah yang digunakan kelapa sawit untuk membentuk tubuh tanaman kelapa sawit itu sendiri dan produksi minyak sawit serta biomas lainya.
    Saat ini, Indonesia memiliki kebun sawit seluas 14 juta hektar yang tersebar pada sekitar 200 kabupaten di Indonesia. Dengan luas yang demikian, berarti kebun sawit Indonesia menyerap sekitar 2.2 milyar ton karbon (CO2) dari udara bumi setiap tahun. Jika dihitung nilai jasa kebun sawit dalam menyerap karbon tersebut, nilainya mencapai USD 44 milyar atau sekitar Rp. 600 trilyun per tahun. Sangat berharga  bukan?
    Udara bumi yang dijejali karbon terutama berasal dari penggunaan bahan bakar minyak bumi (fosil) baik premium, solar yang digunakan kendaraan bermotor, pabrik-pabrik, pernafasan manusia dan hewan-hewan.  Lima negara terbesar penghasil sampah karbon ke udara adalah negara-negara maju seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, India dan China. Oleh kebun sawit Indonesia, sampah karbon tersebut diserap yang kemudian disimpan dalam bentuk biomas tanaman kelapa sawit dan juga dirubah menjadi oksigen yang diperlukan manusia, tumbuhan dan hewan setiap hari.
    Dengan jasa lingkungan kebun sawit yang membersihkan sampah karbon yang dibuang terutama dari negara-negara maju tersebut, sulit dipahami jika mereka seperti masyarakat Uni Eropa, memusuhi sawit. Juga sungguh menyedihkan para LSM anti sawit yang dibayari masyarakat negara-negara maju untuk memusuhi sawit. Membersihkan sampah mereka kok dibalas dengan memaki sawit.  Demikian juga jika ada sebagian masyarakat kita yang ikut-ikutan memusuhi sawit, padahal kebun sawit juga membersihkan sampah karbon yang dibuang oleh kendaraan transportasi kita setiap hari.
    Sudah selayaknya kita berterimakasih pada kebun sawit yang setiap hari setia  membersihkan sampah karbon yang kita buang ke udara setiap hari, tanpa kita dipungut biaya pembersihan tersebut.
    Menurut laporan International Energy Agency (2017) menyebutkan bahwa sekitar 90 persen emisi Gas Rumah Kaca (greenhouse gas, GHG) pada udara bumi adalah berupa karbon dioksida (CO2). Kenaikan emisi gas karbon inilah penyebab utama terjadinya pemanasan global (global warming) yang kemudian memicu terjadinya perubahan iklim dunia.
    Untuk mengatasi pemanasan global, dua cara sekaligus sedang menjadi gerakan masyarakat dunia saat ini. Pertama, mengurangi emisi karbon melalui pengurangan penggunaan energi fosil dunia. Karena 70 persen dari emisi karbon dunia tersebut bersumber dari energi fosil/BBM dunia. Kedua, menyerap kembali karbon pada udara bumi melalui penanaman tanaman sebanyak mungkin, karena tanaman mempunyai kemampuan menyerap karbon dari udara bumi yakni melalui proses fotosintesis tanaman.
    Tanaman Kelapa Sawit atau kebun sawit ternyata diberikan Tuhan Yang Maha Esa kemampuan menyerap karbon dari udara bumi yang cukup besar. Pohonnya yang bertumbuh cepat dan produksi minyak yang cukup besar, meyerap gas karbon yang cukup besar juga dari udara bumi.  Menurut riset Henson (1999) mengungkapkan bahwa setiap hektar kebun sawit menyerap rata-rata 161 ton CO2/ha/tahun. Karbon yang diserap inilah yang digunakan kelapa sawit untuk membentuk tubuh tanaman kelapa sawit itu sendiri dan produksi minyak sawit serta biomas lainya.
    Saat ini, Indonesia memiliki kebun sawit seluas 14 juta hektar yang tersebar pada sekitar 200 kabupaten di Indonesia. Dengan luas yang demikian, berarti kebun sawit Indonesia menyerap sekitar 2.2 milyar ton karbon (CO2) dari udara bumi setiap tahun. Jika dihitung nilai jasa kebun sawit dalam menyerap karbon tersebut, nilainya mencapai USD 44 milyar atau sekitar Rp. 600 trilyun per tahun. Sangat berharga  bukan?
    Udara bumi yang dijejali karbon terutama berasal dari penggunaan bahan bakar minyak bumi (fosil) baik premium, solar yang digunakan kendaraan bermotor, pabrik-pabrik, pernafasan manusia dan hewan-hewan.  Lima negara terbesar penghasil sampah karbon ke udara adalah negara-negara maju seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, India dan China. Oleh kebun sawit Indonesia, sampah karbon tersebut diserap yang kemudian disimpan dalam bentuk biomas tanaman kelapa sawit dan juga dirubah menjadi oksigen yang diperlukan manusia, tumbuhan dan hewan setiap hari.
    Dengan jasa lingkungan kebun sawit yang membersihkan sampah karbon yang dibuang terutama dari negara-negara maju tersebut, sulit dipahami jika mereka seperti masyarakat Uni Eropa, memusuhi sawit. Juga sungguh menyedihkan para LSM anti sawit yang dibayari masyarakat negara-negara maju untuk memusuhi sawit. Membersihkan sampah mereka kok dibalas dengan memaki sawit.  Demikian juga jika ada sebagian masyarakat kita yang ikut-ikutan memusuhi sawit, padahal kebun sawit juga membersihkan sampah karbon yang dibuang oleh kendaraan transportasi kita setiap hari.
    Sudah selayaknya kita berterimakasih pada kebun sawit yang setiap hari setia  membersihkan sampah karbon yang kita buang ke udara setiap hari, tanpa kita dipungut biaya pembersihan tersebut.
Sumber :PASPI


No comments:

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum

DIREKSI PTPN 2012

Dirut PTPN I Wargani Direktur:Ramadhan Ismail Direktur:Abdul Mukti Nasution Direktur:Amrijal Direktur:Husni Ibrahim Dirut PTPN II Bhatara Moeda Nasution Direktur:Naif Ali Dahbul Direktur:Wisnu Budi Direktur:Komaruzaman Direktur:Hakim Bako Dirut PTPN III Megananda Daryono Direktur:Kusumandaru Direktur:Bagas Angkasa Direktur:Balaman Tarigan Direktur:Nurhidayat Direktur:Erwan Pelawi Direktur:Rahmad Prawirakusumah Dirut PTPN IV Erwin Nasution Direktur:Ahmad Haslan Saragih Direktur:Andi Wibisono Direktur:Setia Dharma Sebayang Direktur:Memet Dirut PTPN V Fauzi Yusuf Direktur:Suharjoko Direktur:Pontas Tambunan Direktur:Samsul Rizal Direktur:Berlino Mahendra Dirut PTPN VI Iskandar Sulaiman Direktur:Fahrur Razi Lubis Direktur:Ahmad Karimuddin Direktur:Arfinaldi Direktur:Nasulian Arifin Dirut PTPN VII Boyke Budiman Direktur:M. Nasir Direktur:Agus Rianto Direktur:Rafael Sibagariang Direktur:Budi Santoso Dirut VIII Dadi Sunardi Direktur:Irwan Abdul Direktur:Rahman Lubis Direktur:Dikdik Koesandi Direktur:Rahman Slamat Dirut IX Adi Prasongko Direktur:Slamat Purwadi Direktur:Natsir Tarigan Direktur:Ishak Direktur:Hanung Dirut X Subiyono Direktur:Doli P. Pulungan Direktur:Tarsisius Sudarianto Direktur:Mhd Sultan Direktur:Joko Sanioso Dirut XI Andi Punoko Direktur:Titis Adji Direktur:Burhan Chatib Direktur:Budi Hidayat Direktur:Eri Iswadi Dirut XII Singgih Irwan Basri Direktur:Sugeng Budiraharjo Direktur:Bambang Wijanarko Direktur:Sahala Hutasoit Direktur:Swarno Dirut XIII Baim Rachman Direktur:Sunardi Direktur:Anang Direktur:Umar Direktur:Pandapotan Girsang Dirut XIV Budi Purnomo Direktur:Amirullah Haris Direktur:Rispan Adi Adris Direktur:Mardianto Dirut RNI Persero Ismed Hasan Putro.