Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Tuesday, November 25, 2014

Berita : Solusi Serangan Ganas Jamur Ganoderma

Pakar Enzim Andi Wahab:
"Enzim Solusi Serangan Ganas Jamur Ganoderma"
Penanggulangan masalah ganoderma mulai dari tindakan pencegahan hingga pembasmian telah banyak dilakukan, namun sampai saat ini belum terselesaikan. Malahan jamur tersebut telah menyerang bagian atas pohon dan mengakibatkan busuk pangkal batang atas. Bahkan, kini tanaman muda yang belum menghasilkan beserta bibitannya pun mengalami nasib yang sama.
Salah seorang pekerja sedang memberikan enzim aplikasi FITOFIT kepada Salah satu Pohon Kelapa Sawit milik PT Megah Pusaka Andalas yang berlokasi di Bukit Centang Kabupaten Langkat Sumatera Utara yang terinfeksi jamur ganoderma. (medanbisnis/cw 01)

Awalnya, ganoderma mengonsumsi bagian tanaman kelapa sawit yang ditanam di lahan tersebut, misalnya perakaran ataupun pangkal batang bawah. Ternyata perkebunan kelapa sawit memiliki iklim dan makanan yang sesuai untuk kehidupan dan perkembangbiakannya.

"Menghadapi serangan ini tanaman membentuk pertahanan diri. Apabila pertahanan kurang memadai, tentu tanaman menjadi rusak," kata pakar Enzim Fitofit, Dr Ing Andi Wahab kepada MedanBisnis, kemarin di Medan.

Menurut Wahab, penanggulangan masalah ini biasa dilakukan secara kimiawi dengan fungisida, ada juga yang menerapkan sistem agensi-hayati dengan mikroorganisme. Karena sistem agensi-hayati dianggap butuh waktu lama dan rumit, manusia lebih memilih pemakaian fungisida yang dianggap cepat dan mudah.

Namun, upaya itu sia-sia dan hanya menghabiskan uang yang sangat banyak. Selain itu tanah perkebunan pun tercemar dan tanaman kelapa sawit pun mati. Umumnya penanaman ulang (replanting) pada tanah yang sama juga mengalami masalah yang sama.

Keluhan-keluhan di atas kata Wahab, telah melahirkan penelitian-penelitian lanjutan dan menyumbangkan penjelasan tentang mekanisme kerja mikroorganisme di dunia pertanian/perkebunan. Ternyata bukan ganoderma yang langsung merusak tanaman, melainkan enzim-enzim pengurai (zat pembusuk) yang dihasilkan jamur tersebut.

Enzim bukan makhluk hidup, melainkan Bio-katalisator (zat kehidupan) yang dihasilkan makhluk hidup. Enzim tidak membunuh hama dan tidak terbunuh pestisida.

"Sebenarnya jamur menghasilkan beranekaragam jenis enzim. Masing-masing enzim memiliki hanya satu fungsi dan tidak bisa digantikan yang lainnya, ibaratnya kunci dan gembok," kata dia.

Beberapa enzim yang umum dimanfaatkan misalnya sellulase dan ligninase dan masih banyak lagi enzim-enzim essensial yang dihasilkannya dalam jumlah yang selalu diabaikan manusia.

Enzim ligninase misalnya bertugas mengurai lignin yang berfungsi sebagai zat perekat, sehingga serat-serat bisa lepas satu sama lainnya. Sedangkan enzim sellulase berfungsi sebagai pencerna sellulose. Biasanya warna jamur yang dominan mengonsumsi lignin kelihatannya agak kemerahan, sementara yang lebih banyak konsumsi sellulose mengarah ke warna putih.

"Jadi menangani ganoderma cukup dengan memblokir/menghalangi salah satu atau lebih enzim yang dibutuhkannya, tergantung tujuan apa yang diinginkan. Dengan memblokir secara selektif terhadap enzim pengurai yang dimanfaatkannya untuk mencerna zat tertentu dari tanaman kelapa sawit, jamur ini tidak mampu lagi membusukkan/merusak tanaman kelapa sawit," kata Wahab.
Proses pemblokiran kata dia, berlangsung adanya reaksi persinggungan secara selektif antara "gugus aktif" dari enzim-inhibitor dengan "gugus aktif" dari serangkaian enzim-enzim pengurai dari ganoderma.

Enzim-inhibitor yang dimaksud, merupakan enzim yang bertugas menghalau kerja enzim yang tidak dikehendaki. Enzim-inhibitor ini juga dihasilkan jamur Tricoderma. "Sayang enzim-enzim ini sangat peka terhadap reaksi oksidasi. Sebaiknya ditangani dengan media yang minim oksigen," jelas Wahab.

Dikatakannya, kelemahan penggunaan inhibitor dari Tricoderma secara metoda in-situ akhirnya diperbaiki dengan metoda ex-situ. Metoda ini meliputi pembiakan mikroorganisme dan mengekstraksi enzim-enzim yang dihasilkannya, termasuk juga inhibitornya.

Agar pada saat aplikasi tidak teroksidasi dengan oksigen udara, enzim-enzim hasil ekstraksi tersebut dapat dikombinasikan dengan enzim-enzim yang mampu menurunkan kadar oksigen dan ternyata sangat cocok. "Untuk mencegah terjadinya saling memblokir, dapat digunakan enzim yang mampu mengadsorpsi, misalnya nitrogen, karbondioksida maupun uap air," ujarnya.

Ketiga enzim ini lanjut Wahab, digunakan untuk pembentukan pseudo-urea dalam tubuh tumbuhan. Enzim-enzim tersebut telah dirangkaikan lengkap sebagai Multi-Enzim dan disajikan dalam bentuk pupuk Fitofit. "Karena tak mampu mengonsumsi bahan organik tersebut tentu pertumbuhan dan perkembangbiakan ganoderma pun terhambat," ujarnya.

Namun, sebagian ganoderma akan beralih mengonsumsi bahan organik lainnya, misalnya sisa-sisa pelepah di bagian batang yang mati (yang tidak mengalami pertumbuhan ataupun pergantian sel).

"Makanya dengan aplikasi Fitofit tanpa adanya campuran fungisida dan tanpa adanya pemupukan apapun, tanaman yang telah rusak akibat serangan jamur dapat diperbaiki, seperti pertumbuhan dan pergantian sel-sel dapat berlangsung terus," jelasnya.

Jadi kata Wahab, pembasmian jamur tanpa menangani zat pembusuk, tidak dapat menghentikan pembusukan jaringan tanaman. Proses pemulihan tanaman setelah aplikasi Fitofit dapat diamati pada sekeliling pangkal batang bawah, di mana banyak perakaran baru yang bertumbuh.

"Setelah perakaran baru tumbuh kokoh pada lubang pelapukan dan pangkal batang sembuh, tanaman mampu berproduksi kembali, seperti tanaman yang tidak terserang jamur," aku Wahab. (junita sianturi/cw 01)

Baca kelanjutannya di  Medanbisnis

No comments:

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum

DIREKSI PTPN 2012

Dirut PTPN I Wargani Direktur:Ramadhan Ismail Direktur:Abdul Mukti Nasution Direktur:Amrijal Direktur:Husni Ibrahim Dirut PTPN II Bhatara Moeda Nasution Direktur:Naif Ali Dahbul Direktur:Wisnu Budi Direktur:Komaruzaman Direktur:Hakim Bako Dirut PTPN III Megananda Daryono Direktur:Kusumandaru Direktur:Bagas Angkasa Direktur:Balaman Tarigan Direktur:Nurhidayat Direktur:Erwan Pelawi Direktur:Rahmad Prawirakusumah Dirut PTPN IV Erwin Nasution Direktur:Ahmad Haslan Saragih Direktur:Andi Wibisono Direktur:Setia Dharma Sebayang Direktur:Memet Dirut PTPN V Fauzi Yusuf Direktur:Suharjoko Direktur:Pontas Tambunan Direktur:Samsul Rizal Direktur:Berlino Mahendra Dirut PTPN VI Iskandar Sulaiman Direktur:Fahrur Razi Lubis Direktur:Ahmad Karimuddin Direktur:Arfinaldi Direktur:Nasulian Arifin Dirut PTPN VII Boyke Budiman Direktur:M. Nasir Direktur:Agus Rianto Direktur:Rafael Sibagariang Direktur:Budi Santoso Dirut VIII Dadi Sunardi Direktur:Irwan Abdul Direktur:Rahman Lubis Direktur:Dikdik Koesandi Direktur:Rahman Slamat Dirut IX Adi Prasongko Direktur:Slamat Purwadi Direktur:Natsir Tarigan Direktur:Ishak Direktur:Hanung Dirut X Subiyono Direktur:Doli P. Pulungan Direktur:Tarsisius Sudarianto Direktur:Mhd Sultan Direktur:Joko Sanioso Dirut XI Andi Punoko Direktur:Titis Adji Direktur:Burhan Chatib Direktur:Budi Hidayat Direktur:Eri Iswadi Dirut XII Singgih Irwan Basri Direktur:Sugeng Budiraharjo Direktur:Bambang Wijanarko Direktur:Sahala Hutasoit Direktur:Swarno Dirut XIII Baim Rachman Direktur:Sunardi Direktur:Anang Direktur:Umar Direktur:Pandapotan Girsang Dirut XIV Budi Purnomo Direktur:Amirullah Haris Direktur:Rispan Adi Adris Direktur:Mardianto Dirut RNI Persero Ismed Hasan Putro.