Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Wednesday, August 27, 2014

MEMORIES : CITY TOUR

Foto BWS serta Komunitas Medan Heritage &  Sedekah Bareng / By : Prabudi Gunawan,ST.SH.

Badan Warisan Sumatera(BWS) dan Medan Heritage Tour gelar kegiatan Wisata Heritage Kota Medan pada Minggu 31 Agustus 2014 dengan mengunjungi Gedung AVROS, PT Lonsum, Bank Indonesia & Kantor Pos Pusat Medan.

"Seni dan Cagar Budaya Kota Medan Harus Dijaga"
MEDAN - "Kalau bukan kita siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi", ungkapan ini rasanya tepat menggambarkan semangat muda-mudi yang tergabung dalam Medan Heritage dalam menggiatkan kegiatan menjaga cagar budaya Kota Medan.

MEMORIES : KOMUNITAS PENCINTA SEJARAH

(Komunitas beraksi perang-perangan:/Medanbisnis/IST)
Bermula dari Mencintai Sejarah
Biasanya lahirnya komunitas terbentuk dari beberapa individu yang memiliki ketertarikan yang sama, hingga akhirnya dari satu individu bertemu dengan individu lain dan merasa saling cocok untuk berbagi cerita, hobi, atau apa pun yang berhubungan dengan kesamaan ketertarikan mereka. Nah, dalam menyambut Hari Proklamasi Republik Indonesia yang ke-69 pada 17 Agustus pekan depan, Spektrum kali ini menyajikan sejumlah orang dan komunitas yang memiliki ketertarikan akan sejarah, seni dan budaya warisan Indonesia, terutama menyangkut barang-barang "tempo doeloe" yang pernah digunakan pada zaman penjajahan.

Sunday, August 24, 2014

DAHLAN ISKAN : Beribu Keruwetan untuk 8.000 Hektar Lahan

Berbuat atau tidak berbuat.
 
Itulah yang harus diputuskan untuk mengurai kekusutan lahan perkebunan BUMN 8.000 hektar di Medan. Sudah bertahun-tahun lahan itu diduduki orang.Ribuan rumah permanen berdiri di atas lahan itu. Tiap hari jumlahnya bertambah. Tanpa bisa dicegah. Dari 8.000 hektar itu yang jadi rumah sudah mencapai 4.000-an hektar. Tapi karena rumah-rumah tersebut bertebaran letaknya, tanah kosong yang kalau dijumlah masih 4.000 hektar tidak bisa dikuasai juga.

Secara hukum tanah itu milik PTPN II (Persero). Tapi kenyataannya penuh dengan masalah. Ribuan kasus hukum terjadi di situ. Inilah profil wilayah perkebunan yang terus terdesak oleh perkotaan. Inilah perkebunan yang sudah tidak ada kebunnya. Inilah perkebunan yang sudah lebih banyak rumah ilegalnya daripada pohon sawitnya.

Saturday, August 23, 2014

Sukses Bisnis Wisata Gunung

Berawal dari Hobi, Adi Sukses Bisnis Wisata Gunung

Jasa yang ditawarkan meliputi open trip untuk para backpacker, private trip, company tour, family package, office package, city tour, prewed package, office outing & outbond.
KONTAN/DOK PRIBADI Adi Setiadi
Banyak kisah sukses pebisnis bermula dari hobi. Salah satunya Adi Setiadi yang sukses membangun usaha agen perjalanan untuk kegiatan wisata, rental, outing, dan petualangan mendaki gunung.
Di bawah bendera usaha Wisata Gunung, ia sukses menekuni usaha ini dengan omzet mencapai Rp 200 juta per bulan. Bila sedang musim liburan, omzetnya bisa mencapai Rp 350 juta dalam sebulan.

Teh Oolong Organik Banten

4d320ed2-3e92-4f20-894d-a139ac3fdaaf.jpg 

 Perbedaan teh merah, teh hijau, dan teh putih terletak pada pengolahannya. 

Setelah dipetik, daun akan mengalami proses oksidasi akibat terkena udara dan layu. Teh merah adalah teh yang mengalami 100 persen fermentasi atau oksidasi. Tingkat oksidasi teh hijau kurang dari 10 persen. 

DAHLAN ISKAN :membangun pembangkit listrik berbasis biomassa

Tunggulah Dahlan Iskan 20% Rakyat Indonesia
Akhirnya Dahlan Iskan mengerahkan kekuatan Jawa Pos Grup yang tersebar dari Sabang sampai Marauke untuk mewujudkan mimpinya. Mimpi menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat pelosok sekaligus mengakhiri kegelapan mereka selama ini: hidup tanpa listrik.

Tuesday, August 19, 2014

ANTISIPASI "M.E.A" tahun 2015 DI SEKTOR PERKEBUNAN

 ( iLustrasi "TRAIL dan kebun SAWIT tua" /foto:by Prabudi Gunawan )
" kepemilikan asing yang makin besar di RI justru memicu para pengusaha memilih ekspansi keluar negeri terutama ke Afrika Selatan" Timbas Prasad Ginting (SekretarisGAPKI SUMUT)

Kutipan berita Medanbisnis sbb :

   Waspadai Ekspansi Perkebunan Asing ke Sumut
Medan .Sumatera Utara (Sumut) perlu mewaspadai lonjakan investasi atau ekspansi besar-besaran perusahaan perkebunan asing, khususnya Malaysia menjelang era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun depan.

Penghargaan HUT RI di PTPN-IV & PTPN III MEDAN

 PTPN IV Beri Penghargaan kepada 3.350 Karyawan
(Analisa/istimewa)
Medan, (Analisa). Sebanyak 3.213 karyawan mengabdi di perusahaan selama 20, 25, 30 dan 35 tahun dan Purnakarya 38 orang serta pemanen terbaik 33 orang mendapat penghargaan usai peringatan HUT Kemerdekaan ke- 69 RI tingkat Kantor Pusat PTPN IV di halaman Kantor Pusat PTPN IV, Minggu (17/8).

Sunday, August 17, 2014

Permakultur: Ilmu Mengolah Lahan Australia yang Mendunia

kutipan lain yang meng-Inspirasi-kan saya tentang PERMAKULTUR  adalah sbb :

 Ilmu mengolah lahan yang dinamakan permakultur pertama digagas di Australia lebih dari 30 tahun yang lalu. Kini, metode permakultur digunakan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Permakultur Andrew Curr
Petani Australia Andrew Curr menggunakan metode permakultur di lahannya (Foto tahun 2013/ Lisa Herbert) (Credit: ABC)

Salah satu inti metode permakultur adalah bahwa satu elemen bisa menjalankan beberapa fungsi.
Contohnya, di blok pinggiran kota, di musim panas warga memelihara seekor domba. Tugas utama domba adalah memotong rumput halaman. Tapi, domba ini juga menjadi sumber pupuk dari kotorannya. Ia menjadi binatang peliharaan. Di akhir musim tumbuh rumput, daging domba ini menjadi sumber protein yang organik.

PERMAKULTUR : Mengenal "PERMAKULTUR"

http://permakultur.net

Salah satu lahan yang menerapkan permakultur di Jerman.
ProloG : Pada suatu pagi dimana ketika itu aktifitas rutinitas pekerjaan saya lepaskan untuk beberapa hari dirumah (sedang menjalani cuti), oleh karena bisa santai-santai dirumah saya melihat remote TV terletak dimeja, lalu spontan saya ambil dan langsung saya pencet tombol agar TV menyala...setelah nyala langsung pula terdengar perdebatan seru di televisi...wah rupanya ada orang "HEBAT-HEBAT" sedang membahas dan berdebat hasil PILRES 2014 yang lalu,...sangkin HEBATNYA ber-KOMENTAR seperti layaknya dia HAKIMnya, waduh!! ngeriii, padahal belum lagi ada hasil (putusannya) yang semestinya menjadi kewenangan, dan hak serta tugas hakim yang berkompeten di Gedung Mahkamah Konstitusi sana...wah-wah..wah!! hebat betul orang indonesia ni para kaum "terpelajar/pakar" nya sepertinya sudah mulai berprofesi seperti tukang "dikTE" atau malah "TUKANG NUJUM"....ya???
 
Kalaupun pihak satunya (yang kurang beruntung) itu mengunakan hak konstitusinya,..yah kan tidak apa-apa...pihak yang satunya lagi pun kalo diposisi begitu dan bertindak sama yah terserah saja...yahhh sudahlah dari pada siang-malam ke pagi lagi lihat yang itu lagi-itu lagi...bisa-bisa masyarakat yang mestinya pagi-pagi gini FRESS, malah bisa "STRESS"..bosen ahhh.......lebih baik cari siaran laen ajalah...

Ada siaran pada pagi itu di salah satu siaran TV menayangkan tentang "Permakultur".
Lalu terinspirasi dari tayangan tersebut ada baik saya coba cari tahu dengan pertanyaan standar dalam benak saya yaitu : APA dan BAGAIMANA  sih "Permakultur" tersebut ...

Maknai Hidup Melalui Slow Food

Jika Anda mengenal fast food, Anda juga harus tahu slow food. Sadar atau tidak, kehidupan kita sudah erat sekali dengan fast food. Gerakan slow food merupakan sebuah bentuk perlawanan dari globalisasi fast food yang digalang oleh seorang jurnalis dan pemerhati pola hidup sehat dari Italia Carlo Petrini.

Friday, August 15, 2014

Program Bioetanol TEBU Mandek

Program Penggunaan Bioetanol dari Tebu Masih Mandek

Jakarta .Program penggunaan bahan bakar nabati (BBN) bioetanol sebagai campuran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium jalan di tempat. Selama ini bioetanol bersumber dari olahan tebu, jagung, dan singkong. "Bioetanaol belum jalan," kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbaharukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM Rida Mulyana saat berdiskusi di Aula Gedung Ditjen EBTKE di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (15/08/2014).

Wednesday, August 13, 2014

SUMUT Kembangkan Industri Hilir Sawit

 Sumut Butuh Dua Tahun Kembangkan Industri Hilir Sawit

MEDAN,  - Potensi sawit dengan industri hilirnya di Sumut cukup besar. Berdasarkan data Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia atau Apkasindo (2013), luas kebun rakyat di Sumut mencapai 1.520.000 ha yang terdiri atas kebun rakyat 710.000 ha, kebun milik PTPN 432.000 ha dan kebun milik swasta 387.000 ha.

Tuesday, August 12, 2014

INVESTASI : Membedakan Investasi dan Trading

Membedakan Investasi dan Trading (Ilustrasi: Okezone)
Membedakan Investasi dan Trading (Ilustrasi: Okezone)
Suatu ketika saya bertemu dengan seorang dari negeri seberang sebenarnya sudah lama kenal, namun selama ini belum sempat berbincang-bincang santai,..tak disangka kebetulan pada Lebaran 1435-H yang lalu kami bertemu kembali bersilaturahmi disuatu tempat,. beliau bercerita (di negeri seberang itu) warganya kebanyakan disamping bekerja seperti orang kebanyakan tapi mereka sedikit-sedikit tetap aja ikut INVES,..trus banyak juga yang di tengok tak ada kerja, tapi ku tengok senang-senang hidupnya, bolak balik pelesir aja...ternyata, nyimpan uang di Agent/Company, yang beberapa tahun kemudian modal itu berkembang...tapi bukan "NABUNG" di BANK atau ikut seperti MLM itu !!..kata kenalan saya itu...

Dahlan Iskan : BUMN Perkebunan Tertinggal dari Swasta, Ini Alasannya

iLustrasi kebun sawit /foto:prabudi Gunawan

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan meminta kepada BUMN Perkebunan untuk membangun industri dari hulu sampai hilir. Pasalnya, banyaknya BUMN perkebunan hingga saat ini masih belum memiliki industri hilir.

"Karena belum punya industri hilir, ini tertinggal sekali dengan swasta," kata Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (24/7/2014).

KAHMI meninjau Pabrik Kelapa sawit PT Musim Mas

 BUMN Tertinggal dari Swasta dalam Industri Hilir Perkebunan

MEDAN: Ketua Majelis Pakar KAHMI Sumut H.Sofyan Raz,SE,Ak menyatakan BUMN Perkebunan di Sumut tertinggal dengan swasta dalam pengembangan industri hilir. Akibatnya nilai tambah perkebunan bagi masyarakat dan Pemda tidak ada dan justru nilai tambah tersebut di nikmati pihak luar negeri.

Friday, August 8, 2014

PTPN VIII buka lowongan....

http://www.pn8.co.id/pn8/index.php?option=com_content&task=view&id=1351&Itemid=2

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII membuka kesempatan bagi para lulusan-lulusan S1 untuk direkrut menjadi pegawai di liingkungan PTPN VIII,dan memenuhi kualifikasi dan persyaratan yang diajukan PTPN VIII sbb :
  • IPK min 3.00 (swasta) dan IPK 2.75 (Negeri)
  • Usia maksimal 28 tahun untuk S1 (per Desember 2014)
  • Bersedia ditempatkan di seluruh pelosok wilayah Jawa Barat dan Banten
  • Untuk kode TAN, TEK, SOS I diutamakan laki-laki.
Bagi anda yang berminat dan mencoba peruntungan ini ???....SILAHKAN berjuang!!

Duh!!...Harga TBS Kelapa Sawit Turun

Memasuki bulan Agustus ini harga TBS Kelapa Sawit malah turun..berikut kutipannya :

Pekanbaru. Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah daerah di Indonesia mengalami penurunan. Riau misalnya, untuk periode 6-12 Agustus 2014 mengalami penurunan lebih dipengaruhi melemahnya nilai jual CPO berjangka di bursa Malaysia. "Pada minggu ini harga TBS CPO Riau tercatat sebesar Rp1.768,79 per Kg atau mengalami penurunan dibandingkan dengan harga seminggu sebelumnya yang tercatat sebesar Rp18.13,34 per Kg," kata Kepala Dinas Perkebunan Riau, Zulher di Pekanbaru, Rabu (6/8).

Monday, August 4, 2014

HALAL BIHALAL PTPN II (PERSERO) 1435 H

HALAL BIHALAL PTPN II (PERSERO) 1435 H BERLANGSUNG SEDERHANA DAN PENUH KEKELUARGAAN

Ritual Perusahaan yang setiap tahunnya yang disebut juga dengan Halal Bihalal Keluarga Besar PTPN II (Persero) dilaksanakan dengan sangat sederhana dan penuh kekeluargaan di Aula Puri Triadiguna PTPN II (Persero) Tanjung Morawa, Minggu (03/08).

Sunday, August 3, 2014

Pakar: tebu indonesia rawan penyakit SCMV

(ilustrasi lahan perkebunan tebu/foto: Prabudi Gunawan,ST.SH )
Jember - Pakar bioteknologi dari Universitas Jember, Jawa Timur, Prof Dr Bambang Sugiharto, mengatakan tanaman tebu di Indonesia rawan terhadap penyakit yang disebabkan oleh serangan "Sugar Cane Mosaic Virus" (SCMV).

memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam kakao.

 "inisiatif warga memilih menanam kakao sebagai mata pencaharian" 
kini Pemprov Riau ber-"inisiatif" menggiatkan masyarakatnya untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam kakao.....patut ditiru di daerah lainnya 
berikut kutipannya :

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau punya srategi yang tergolong sederhana untuk meningkatkan pendapatan warganya. Pemprov Riau kini menggiatkan masyarakatnya untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam kakao.

Harga Kakao Di Lampung Timur Naik Rp4.000 Per Kilo

/JIBI - Rahmatullah
JIBI / Rahmatullah
SUKADANA - Harga kakao di Lampung Timur mengalami kenaikan yang cukup tinggi.
"Harga kakao selumnya berkisar antara Rp34.000 per kilogram, saat ini harganya naik menjadi Rp38.000 per kilogram," kata Mad Jema'in, petani kakao asal kawasan Gunung Balak, Lampung Timur, Jumat (1/8/2014).

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum

DIREKSI PTPN 2012

Dirut PTPN I Wargani Direktur:Ramadhan Ismail Direktur:Abdul Mukti Nasution Direktur:Amrijal Direktur:Husni Ibrahim Dirut PTPN II Bhatara Moeda Nasution Direktur:Naif Ali Dahbul Direktur:Wisnu Budi Direktur:Komaruzaman Direktur:Hakim Bako Dirut PTPN III Megananda Daryono Direktur:Kusumandaru Direktur:Bagas Angkasa Direktur:Balaman Tarigan Direktur:Nurhidayat Direktur:Erwan Pelawi Direktur:Rahmad Prawirakusumah Dirut PTPN IV Erwin Nasution Direktur:Ahmad Haslan Saragih Direktur:Andi Wibisono Direktur:Setia Dharma Sebayang Direktur:Memet Dirut PTPN V Fauzi Yusuf Direktur:Suharjoko Direktur:Pontas Tambunan Direktur:Samsul Rizal Direktur:Berlino Mahendra Dirut PTPN VI Iskandar Sulaiman Direktur:Fahrur Razi Lubis Direktur:Ahmad Karimuddin Direktur:Arfinaldi Direktur:Nasulian Arifin Dirut PTPN VII Boyke Budiman Direktur:M. Nasir Direktur:Agus Rianto Direktur:Rafael Sibagariang Direktur:Budi Santoso Dirut VIII Dadi Sunardi Direktur:Irwan Abdul Direktur:Rahman Lubis Direktur:Dikdik Koesandi Direktur:Rahman Slamat Dirut IX Adi Prasongko Direktur:Slamat Purwadi Direktur:Natsir Tarigan Direktur:Ishak Direktur:Hanung Dirut X Subiyono Direktur:Doli P. Pulungan Direktur:Tarsisius Sudarianto Direktur:Mhd Sultan Direktur:Joko Sanioso Dirut XI Andi Punoko Direktur:Titis Adji Direktur:Burhan Chatib Direktur:Budi Hidayat Direktur:Eri Iswadi Dirut XII Singgih Irwan Basri Direktur:Sugeng Budiraharjo Direktur:Bambang Wijanarko Direktur:Sahala Hutasoit Direktur:Swarno Dirut XIII Baim Rachman Direktur:Sunardi Direktur:Anang Direktur:Umar Direktur:Pandapotan Girsang Dirut XIV Budi Purnomo Direktur:Amirullah Haris Direktur:Rispan Adi Adris Direktur:Mardianto Dirut RNI Persero Ismed Hasan Putro.