Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Friday, July 10, 2015

CEO Sinar Mas : Tidak Benar Sawit Merusak Lingkungan

 "Dulu kita penghasil gula, karena diserang pelan-pelan kini Indonesia malah menjadi pengimpor gula terbesar. Begitu juga sawit yang diserang secara pelan-pelan, sehingga perlu diantisipasi bersama-sama," katanya.

Pontianak. CEO PT Perkebunan Sinar Mas Wilayah Kalimantan Barat, Susanto menyatakan, isu-isu yang beredar bahwa perkebunan sawit telah merusak lingkungan hidup tidak semuanya benar. "Isu negatif tentang sawit sengaja digembar-gemborkan oleh pesaing. Padahal, fakta di lapangan perkebunan sawit cukup ramah lingkungan dalam mengembangkan perkebunan, karena izin perkebunan diberikan kepada perusahaan pada areal penggunaan lain (APL) dan arealnya memang sudah tidak produktif lagi," kata Susanto di Pontianak, Senin (6/7).
Sementara itu, Sustainability Division Head PT SMART Tbk, Haskarlianus Pasang menambahkan, tuduhan pihak luar terhadap industri sawit Indonesia secara umum ada tiga, yakni sawit dianggap penyebab deforestasi (penggundulan hutan), membunuh orangutan dan merampas lahan masyarakat.
Ia menjelaskan, kalaupun ada perusahaan sawit yang belum memperhatikan lingkungan sekitarnya, jumlahnya tidak banyak. Sehingga jangan dipukul rata kalau semua perkebunan sawit menyebabkan kerusakan lingkungan, pemicu perubahan iklim, atau menyebabkan kekeringan.

"Tetapi yang pasti sawit adalah komoditas ekspor non-migas yang paling besar saat ini. Industri ini juga menyerap tenaga kerja paling besar, dengan tenaga kerja secara langsung sekitar empat juta orang, dan tidak langsung sekitar 15 juta orang," ungkapnya.

Susanto menambahkan, perkebunan sawit juga bisa disebut agen pembangunan. Karena di mana perkebunan sawit dibuka, pasti akan membuka isolasi daerah dengan membuat jalan yang sebelumnya tidak ada. Selain itu, kehadiran perkebunan sawit berdampak pada menggeliatnya perekonomian lokal.

"Contohnya perekonomian masyarakat di Kecamatan Suhaid dan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu, yang kini sangat berkembang bila dibanding lima tahun lalu sebelum dibukanya perkebunan sawit," ungkapnya.

Memang menurut dia, tidak bisa dipungkiri dampak negatif dari pengembangan sawit pasti ada. Untuk itu Susanto mengajak semua pihak untuk memperbaiki kekurangan tersebut, demi peningkatan perekonomian masyarakat daerah.

Sekarang ini, menurut Susanto, yang tersisa dan perlu dijaga adalah sektor perkebunan sawit. Meskipun kini harga CPO sedang jatuh, tetapi tetap bisa bertahan, sehingga ekonomi masyarakat sawit tidak terlalu anjlok.

"Dulu selain karet, ada tambang emas, sekarang sudah turun, sehingga andalan Kalbar saat ini adalah sawit. Saat ini, sawit dan karet bisa dibilang menjadi tulang punggung ekonomi Kalbar, sehingga butuh peran media dalam memberitakan hal-hal yang benar, yang positif diangkat, sementara yang negatif bisa dikritisi," katanya.

"Padahal kita tahu bahwa izin perkebunan sawit diberikan pemerintah di APL. Terkait orangutan, pertanyaan sederhana untuk kita semua adalah apakah masih ada orangutan ketika perusahaan menerima izin di APL. Sedangkan tuduhan perampasan lahan masyarakat, mungkin ada oknum yang melakukannya, tetapi tidak lantas semua perusahaan sawit dituding merampas lahan dan hak masyarakat," ujarnya.

Karena isu-isu tersebut muncul berulang-ulang, menurut dia sehingga terbentuk semacam opini publik, khususnya di luar negeri bahwa sawit itu merusak lingkungan. Dampak sosialnya jelek, tanpa melihat secara seimbang apa yang terjadi di lapangan dan dalam konteks pembangunan Indonesia.

Ia kemudian mengajak media untuk melaksanakan fungsinya menampilkan informasi berdasarkan fakta dan juga mengedukasi publik, khususnya bagaimana membangun industri sawit nasional yang berkelanjutan. (ant)

No comments:

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum

DIREKSI PTPN 2012

Dirut PTPN I Wargani Direktur:Ramadhan Ismail Direktur:Abdul Mukti Nasution Direktur:Amrijal Direktur:Husni Ibrahim Dirut PTPN II Bhatara Moeda Nasution Direktur:Naif Ali Dahbul Direktur:Wisnu Budi Direktur:Komaruzaman Direktur:Hakim Bako Dirut PTPN III Megananda Daryono Direktur:Kusumandaru Direktur:Bagas Angkasa Direktur:Balaman Tarigan Direktur:Nurhidayat Direktur:Erwan Pelawi Direktur:Rahmad Prawirakusumah Dirut PTPN IV Erwin Nasution Direktur:Ahmad Haslan Saragih Direktur:Andi Wibisono Direktur:Setia Dharma Sebayang Direktur:Memet Dirut PTPN V Fauzi Yusuf Direktur:Suharjoko Direktur:Pontas Tambunan Direktur:Samsul Rizal Direktur:Berlino Mahendra Dirut PTPN VI Iskandar Sulaiman Direktur:Fahrur Razi Lubis Direktur:Ahmad Karimuddin Direktur:Arfinaldi Direktur:Nasulian Arifin Dirut PTPN VII Boyke Budiman Direktur:M. Nasir Direktur:Agus Rianto Direktur:Rafael Sibagariang Direktur:Budi Santoso Dirut VIII Dadi Sunardi Direktur:Irwan Abdul Direktur:Rahman Lubis Direktur:Dikdik Koesandi Direktur:Rahman Slamat Dirut IX Adi Prasongko Direktur:Slamat Purwadi Direktur:Natsir Tarigan Direktur:Ishak Direktur:Hanung Dirut X Subiyono Direktur:Doli P. Pulungan Direktur:Tarsisius Sudarianto Direktur:Mhd Sultan Direktur:Joko Sanioso Dirut XI Andi Punoko Direktur:Titis Adji Direktur:Burhan Chatib Direktur:Budi Hidayat Direktur:Eri Iswadi Dirut XII Singgih Irwan Basri Direktur:Sugeng Budiraharjo Direktur:Bambang Wijanarko Direktur:Sahala Hutasoit Direktur:Swarno Dirut XIII Baim Rachman Direktur:Sunardi Direktur:Anang Direktur:Umar Direktur:Pandapotan Girsang Dirut XIV Budi Purnomo Direktur:Amirullah Haris Direktur:Rispan Adi Adris Direktur:Mardianto Dirut RNI Persero Ismed Hasan Putro.