Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Wednesday, March 8, 2017

Meliput Museum Perkebunan Indonesia..pAsCA PeRESmiAN..PATEN!!!

Museum Perkebunan Indonesia (MUSPERIN) yang berada di kota Medan telah diresmikan beberapa waktu yang lalu, kini sudah dibuka untuk pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum, nahhh..yang pengen tahu apa dan bagaimana isi dan keadaan disana? kami mencoba untuk menghimpunnya dari berbagai sumber yang kami dapatkan dari orang/komunitas/sekolah,yang sudah pernah berkunjung kesana.

SD Nurul Ilmi
Saat ini museum tersebut memang masih terus berbenah,.dan kerja keras,..terbukti tingkat pengunjung mulai melonjak,.baik masyarakat lokal, wisatawan nusantara, wisatawan luar negeri, siswa sekolah, mahasiswa, dan berbagai komunitaslahh..ya.. ada beberapa faktor sih,..menurut ulasan "sederhana" dari pengunjung (tak perlu kajian teori ilmiah segala lahh!! ) diantaranya karena :

1. "Masyarakat Awam" : pada dasarnya butuh hiburan & rekreasi, biasalah manusia bosan dengan tempat-tempat yang sudah pernah mereka kunjungi,.jadi yahh...cari-cari suasana atau pemandangan baru lah...tak perlu "tetekbengek" capek mikir dengan Elitditas,Proletariat dsb, kalau ada harga yang terjangkau, dekat, mengapa jauh-jauh setidaknya lumayan tidak buat kantong bolong... wealthstyle aja broo..

2. Komunitas & Sekolah :
sama halnya dengan butir (1), cuma mereka mencari tambahan edukasi untuk menambah wawasan dan menyelaraskan pengetahuannya selama ini tentang suatu hal(bidangnya)...kalau di Museum Perkebunan tentulah mendapat tambahan pengetahuan yang berkenaan dengan sejarahnya,lalu komoditas dan hilirisasi produk-produk perkebunan..makanya komunitas yang ada memanfaatkan dgn Piknik Heritage


3. Wisatawan luar Negeri : disamping ingin menambah "destinations" berkunjung belaka, di Medan atau Indonesia, namun ada juga para ilmuan dan peneliti dibidang perkebunan atau sejarahwan yang ingin mengetahui tentang "setidaknya" history komoditas perkebunan yang pernah hingga kini dilakukan di indonesia, bahkan ada pula kegiatan mereka selanjutnya "menapak tilas" sejarah keberadaan leluhurnya ketika dahulu bekerja di perkebunan-perkebunan di pantai timur sumatera...Tamu-tamu negara asing yang sudah pernah berkunjung dari AS, Inggris, France, Belgia, Germany/Italia, Spain, Holland,Malaysia, Thailand, dan semoga dari negara-negara lain akan menyusul.

"AnakKebun"membantu Mr.H. Schmit melacak lokasi kakeknya yang dulu bekerja di perusahaan tembakau.
Terimakasih Tuhan YME, Engkau berikan kesempatan nafas ini untuk membantu memberikan 
kebahagiaan kepada orang lain. 
 Dank God de Almachtige, heb je de adem van de mogelijkheid gegeven om te helpen brengen geluk aan anderen.
Selanjutnya :

Di Museum Perkebunan Indonesia (MUSPERIN) pengunjung sering dimanjakan dengan :
1. Penjelasan tentang sejarah/heritage perkebunan di Indonesia, khususnya tanah deli...Tapi di museum perkebunan tidak heritage semata, pemandu piawaai menyampaikan hal-hal kekinian dan yang akan datang ( Connecting Past to the Future ),,,terutama hilirisasi produk-produk komoditas perkebunan,..karena pengunjung museum dari berbagai segmen,..jadi berinteraksi dengan pengunjung, improfisasi, media/tayangan yang memadai, dikompilasi adalah wujud pemadu berdedikasi yang tinggi (apalagi pengunjungnya proaktif..Wuiihhh tambah asikkk dan betah...)


2. bagi kamu yang hobi foto-foto..atau sekedar untuk dokumentasi diri ya silahkan.....aksi "on the spot" .


atau...kayakk..Merekaaa ini.hehehe.....Asekkk...asekk aja ..(kompak-kompaklah sama pemandu/pengelolanya) 


 


JakaDara Kota Medan


MetroTv
Nahhhh...bagi kamu-kamu yang  beruntung!!!! bisa kayak dibawah ini ...(masuk Tv Woiii)..hehehe.

Bersama ReporterTv
Diliput AnTv
Net.Tv
Selain TV ada juga media Cetak &Elektronik diantaranya :

 

Bersama komunitas MedanHeritage, MeFans,Go Rivers,dll.(Tribun)
- Blogger,Sindo,Antara,Tabloid,dll.
Kemudian melalui Museum Perkebunan Indonesia (MUSPERIN), ada pembelajaran/Edukasi lain yang tak kalah asik dan seru...salah satunya adalah pengunjung diajak untuk mengenal produk hilirisasi dari komoditas kelapa sawit yang dapat digunakan untuk bahan pangan,jadi tak hanya minyak goreng aja lohhh...tapi bisa juga untuk bahan pembuatan/mencetak coklat, roti, dsb.

Siswa diajak cetak coklat
siswa di beri edukasi pengolahan sawit mini
atauu kamu borong tuh "coklat sawit"nya..kayakk ...ibu-ibu .ini...
antusias borong coklat
















Bersambung...Sabar yaaa....Or... kalau tak sabar nunggu, langsung datanglah hub pengelola di 081237886480(WA).






summary :
 The Plantation Museum of Indonesian (MUSPERIN) in the city of Medan has unveiled some time ago, are now open for students, college students, and the general public, nahhh.. if you want to know what and how the content and the situation there? we tried to collect it from a variety of sources that we get from the people / community / school, who had never been there.SD Nurul Ilmi Currently the museum is indeed still continues to clean (development for improvement) ,. however the rate of visitors began to soar, .Good local people, tourists, overseas travelers, schools, students, and various community..ya .. there are several factors heck, .. according to the reviews "simple" of visitors (no need to study scientific study org clever anyway) such as:1. "People Laity": basically need entertainment & recreation, you know probably already bored with the places they've visited, yahh So ... looking for a new view of the atmosphere or is ... if there is a close why far at least passable does not create perforated bags ...

2. Community &Schools:as well as the item (1), they only seek additional education to broaden and harmonize the knowledge so far about a thing (field) ... if in Plantation Museum surely get additional knowledge regarding the history, commodity and downstream plantation products , 

3. Travellers Abroad: in addition to want to add "destinations" mere visit, in Michigan or Indonesia, but there are also scientists and researchers in plantation or historians who want to know about "at least" history of plantation commodities that never until now carried out in Indonesia, even some of their activities further "retracing" the history of the existence of his ancestors when used to work in the plantations on the east coast of Sumatra ... guests were foreign nationals who had been visiting from the US, Britain, France, Belgium, Germany / Italy, Spain, Holland, Malaysia, Thailand, and hopefully from other countries will follow.

"AnakKebun/kind plantages" helping Mr.H. Schmit track the location of his grandfather, who used to work in a tobacco company.
 Thank God Almighty, you have given the breath of opportunity to help bring happiness to others.
. In The Plantation Museum of Indonesia (MUSPERIN) visitors are often spoiled by:
1. An explanation of the history / heritage plantations in Indonesia, especially land deli ... But in the museum estate is not merely heritage, skilled guides convey things present and to come, especially for downstream products of agricultural commodities, .. because of museum visitors various segments, .. so interacting with visitors, improfisasi, media / adequate impression, compiled is a form of integrator dedicated high (especially visitors proaktif..Wuiihhh added cool and feel at home ...)
..etc..
The Plantation Museum van de Indonesische (MUSPERIN) in de stad Medan enige tijd geleden heeft onthuld, zijn nu open voor studenten, studenten, en het grote publiek, nahhh .. als je wilt weten wat en hoe de inhoud en de situatie daar ? we hebben geprobeerd om het op te halen uit een verscheidenheid van bronnen die we krijgen van de bevolking / gemeenschap / school, die nog nooit there.SD Nurul Ilmi was geweest Momenteel is het museum is inderdaad nog steeds schoon te maken (ontwikkeling voor verbetering). maar de snelheid van de bezoekers begon te stijgen, .Goed lokale bevolking, toeristen, buitenlandse reizigers, scholen, studenten en diverse community..ya .. zijn er verschillende factoren heck, .. volgens de reviews "simpele" van de bezoekers (geen moet studeren wetenschappelijke studie org slimme toch), zoals: 1. "Mensen Leken": in principe moeten entertainment en recreatie, weet je waarschijnlijk al verveeld met de plaatsen die zij hebben bezocht, yahh Dus ... op zoek naar een nieuwe kijk op de atmosfeer of is ... als er een nauwe waarom veel op althans begaanbare niet geperforeerde zakken te creëren ...

2. Community & Scholen: als het item (1), zij extra onderwijs te verbreden en te harmoniseren de kennis die tot nu toe over een ding (veld) zoeken alleen ... als in Plantation Museum aanvullende kennis zeker krijgen over de geschiedenis, commodity en downstream plantageproducten,

3. Reizigers in het buitenland: in aanvulling op willen "Bestemming" mere bezoek toe te voegen, in Michigan en Indonesië, maar er zijn ook wetenschappers en onderzoekers in plantage of historici die willen dat nooit tot nu toe weten "ten minste" geschiedenis van de plantage commodities in Indonesië uitgevoerd, ook een deel van hun activiteiten verder "natrekken van" de geschiedenis van het bestaan ​​van zijn voorouders, wanneer gebruikt om te werken in de plantages aan de oostkust van Sumatra ... gasten waren vreemdelingen die al een bezoek uit de VS, Groot-Brittannië, Frankrijk, België, Duitsland / Italië, Spanje, Nederland, Maleisië, Thailand, en hopelijk ook uit andere landen zullen volgen.

"AnakKebun / soort plantages" helpende Mr.H. Schmit volgen de locatie van zijn grootvader, die gebruikt om te werken in een tabak bedrijf.
 Dank God de Almachtige, heb je de adem van de mogelijkheid gegeven om te helpen brengen geluk aan anderen.
.
In The Plantation Museum van Indonesië (MUSPERIN) bezoekers zijn vaak verwend door:
1. Een verklaring van de geschiedenis / erfgoed plantages in Indonesië, in het bijzonder grond deli ... Maar in het museum goed is niet alleen erfgoed, geschoolde gidsen brengen tegenwoordige en hierna wezen zullen, met name voor afgeleide producten van landbouwgrondstoffen, .. als gevolg van museumbezoekers verschillende segmenten, .. dus interactie met bezoekers, improfisasi, media / adequate indruk, opgesteld, is een vorm van integrator speciale high (vooral bezoekers proaktif..Wuiihhh toegevoegd koel en zich thuis voelen ...)

..enz..

No comments:

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum

DIREKSI PTPN 2012

Dirut PTPN I Wargani Direktur:Ramadhan Ismail Direktur:Abdul Mukti Nasution Direktur:Amrijal Direktur:Husni Ibrahim Dirut PTPN II Bhatara Moeda Nasution Direktur:Naif Ali Dahbul Direktur:Wisnu Budi Direktur:Komaruzaman Direktur:Hakim Bako Dirut PTPN III Megananda Daryono Direktur:Kusumandaru Direktur:Bagas Angkasa Direktur:Balaman Tarigan Direktur:Nurhidayat Direktur:Erwan Pelawi Direktur:Rahmad Prawirakusumah Dirut PTPN IV Erwin Nasution Direktur:Ahmad Haslan Saragih Direktur:Andi Wibisono Direktur:Setia Dharma Sebayang Direktur:Memet Dirut PTPN V Fauzi Yusuf Direktur:Suharjoko Direktur:Pontas Tambunan Direktur:Samsul Rizal Direktur:Berlino Mahendra Dirut PTPN VI Iskandar Sulaiman Direktur:Fahrur Razi Lubis Direktur:Ahmad Karimuddin Direktur:Arfinaldi Direktur:Nasulian Arifin Dirut PTPN VII Boyke Budiman Direktur:M. Nasir Direktur:Agus Rianto Direktur:Rafael Sibagariang Direktur:Budi Santoso Dirut VIII Dadi Sunardi Direktur:Irwan Abdul Direktur:Rahman Lubis Direktur:Dikdik Koesandi Direktur:Rahman Slamat Dirut IX Adi Prasongko Direktur:Slamat Purwadi Direktur:Natsir Tarigan Direktur:Ishak Direktur:Hanung Dirut X Subiyono Direktur:Doli P. Pulungan Direktur:Tarsisius Sudarianto Direktur:Mhd Sultan Direktur:Joko Sanioso Dirut XI Andi Punoko Direktur:Titis Adji Direktur:Burhan Chatib Direktur:Budi Hidayat Direktur:Eri Iswadi Dirut XII Singgih Irwan Basri Direktur:Sugeng Budiraharjo Direktur:Bambang Wijanarko Direktur:Sahala Hutasoit Direktur:Swarno Dirut XIII Baim Rachman Direktur:Sunardi Direktur:Anang Direktur:Umar Direktur:Pandapotan Girsang Dirut XIV Budi Purnomo Direktur:Amirullah Haris Direktur:Rispan Adi Adris Direktur:Mardianto Dirut RNI Persero Ismed Hasan Putro.