Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Monday, September 26, 2011

Pasar Karet Alam Prospektif

Seorang petani karet di Desa Alue Buloh, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, tengah mengumpulkan bahan olahan karet rakyat (bokar) di kebun,
JAKARTA,  — Pasar karet alam global masih tetap prospektif. Pertumbuhan ekonomi di Asia akan menjadi kompensasi penurunan permintaan akibat krisis di Eropa dan Amerika Serikat.
Akan tetapi, Indonesia belum bisa menikmati sepenuhnya kenaikan harga karet alam di pasar global yang rata-rata 4 dollar AS per kilogram dalam dua tahun terakhir akibat produktivitas rendah. Saat ini sedikitnya 400.000 hektar tanaman karet rakyat mesti diremajakan.
Hal ini mengemuka dalam Lokakarya Karet Nasional yang diselenggarakan Forum Pengembangan Perkebunan Strategis Berkelanjutan (FP2SB) dan Persatuan Sarjana Agronomi Indonesia (Peragi) di Jakarta, Senin (26/9/2011), di Jakarta. Pertemuan yang dibuka Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi dihadiri para pemangku kepentingan karet, mulai dari pemerintah, pengusaha pabrik pengolahan karet, petani, peneliti, hingga akademisi.
Indonesia memiliki 3,4 juta hektar kebun karet dan memproduksi 2,5 juta ton pada 2010. Sebanyak 2,9 juta hektar (85,2 persen) merupakan kebun rakyat berisi tanaman tua yang butuh peremajaan dan tanaman muda dengan kualitas bibit rendah.
Menurut Bayu, pasar karet alam masih prospektif karena pertumbuhan industri otomotif dan kesehatan di Asia, terutama Indonesia, India, dan China. Pasar domestik, misalnya ban sepeda motor, juga tumbuh pesat. ”Tidak ada alasan untuk khawatir. Pasar karet masih kuat, baik di Asia maupun domestik,” ujarnya.
Ketua FPS2B dan Peragi Achmad Mangga Barani mengatakan, produktivitas karet alam Indonesia baru 800 kilogram per hektar per tahun, jauh di bawah perkebunan swasta yang mampu 1,5 ton per hektar per tahun.  
”Berbagai pola pembiayaan peremajaan karet sudah diluncurkan pemerintah pusat dan daerah, tetapi belum sampai menyentuh petani desa,” ujarnya.
Persoalan bibit unggul dan kerumitan birokrasi perbankan masih mengganjal petani karet. Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Marcellus Uthan mengungkapkan, petani swadaya yang ingin meremajakan tanaman kesulitan mendapatkan bibit unggul.
Petani juga kewalahan membiayai peremajaan tanaman karena bank sulit memberi kredit.  
”Masalah bibit ini yang membuat produktivitas karet nasional tidak pernah meningkat. Pemerintah harus memperhatikan hal ini,” kata Achmad.(K.C)

No comments:

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum