Medan, : Industri kelapa sawit
menyerap lima juta tenaga kerja dan jadi andalan sebagai penghasil
devisa paling besar di luar minyak bumi dan gas (Migas) serta penerimaan
negara dari sisi pajak.
"Sekarang kita patut
berbangga karena Indonesia merupakan negara penghasil CPO terbesar di
dunia dengan produksi 23,5 juta ton disusul Malaysia 17 juta ton. Devisa
dari ekspor CPO per Desember 2011 sebesar USD 14 miliar," kata Kepala
Public Ralations PT Astra Agro Lestari, Tbk, H.Tofan Mahdi dalam
sambutannya pada acara Berbuka Puasa Bersama Management PT AAL dengan
media massa Aceh dan Sumut, di Griya Ben Internasional Restorant Jalan
T.Amir Hamzah Medan, Jumat (27/7).
Acara ini dihadiri CD Area Manager Area Andalas 1, M. Basyir Hasan, ADM
PT.Karya Tanah Subur Aceh Barat, Azhar Rahman, ADM PT.Tunggal Perkasa
Plantation 3 Aceh Jaya, Prihadi, KTU PT Perkebunan Lembah Bhakti Aceh
Singkil, Mansyur Manurung, Humas PT PLB, Usman Lubis dan staf Humas AAL,
Aina.Dikatakan, industri sawit merupakan satu-satunya produk yang 100 persen dibangun oleh anak bangsa sendiri. Sekarang, masyarakat pun sudah mengusahakan kebun kelapa sawit sendiri.
Industri kelapa sawit menyerap 5 juta tenaga kerja."Kalau dihitung dengan keluarga pekerja (istri dan 3 anak), maka sekitar 20 juta jiwa menggantungkan hidup pada industri kelapa sawit," ujar Tofan Mahdi.
Tantangan
Namun begitu, katanya, tantangan yang dihadapi industri kelapa sawit ke depan semakin berat, di antaranya regulasi yang dilakukan pemerintah terhadap ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil-CPO) dan kutipan retribusi lainnya oleh pemerintah daerah serta isu lingkungan dari pihak luar negeri.
Mengenai isu lingkungan, ini terkait persaingan dagang produsen minyak nabati lainnya dari Eropa dan Amerika Serikat. Padahal, kata Tofan, lahan tanaman sawit lebih kecil dibanding lahan yang digunakan menanam bunga matahari, kedelai, canola dan lainnya yang menghasilkan minyak nabati.
Menurut Tofan, banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit di tanah air yang mematuhi ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, di antaranya PT Astra Agro Lestari , Tbk.
Di sini lah diharapkan peran wartawan sebagai ujung tombak perbaikan di perkebunan kelapa sawit. "Kita terbuka untuk dikritik. Hubungan baik yang telah terjalin selama ini antara wartawan dengan perusahaan hendaknya terus ditingkatkan, bukan saja sebagai mitra tapi seperti saudara," harap Tofan.
Ramah Lingkungan
Dia menambahkan, teknologi di pabrik kelapa sawit ramah lingkungan. Selain mengatasi permasalahan limbah, pabrik AAL juga dapat memenuhi kebutuhan energinya secara lebih murah serta ramah lingkungan dengan menggunakan kembali limbah padat sebagai bahan bakar yang terbarukan.
"Pabrik kelapa sawit (PKS) kita menggunakan produk sampingan sebagai bahan baku untuk menghasilkan energi penggerak mesin-mesin produksi," jelas Tofan.
Berbuka puasa ini, katanya, merupakan salah satu program dari Kantor Pusat PT Astra Agro Lestari, Tbk untuk silaturahim dengan mitra kerja di masing-masing area. Medan merupakan kota ketiga dilaksanakannya berbuka puasa bersama Management AAL dengan wartawan.
PT.Astra Agro Lestari, Tbk merupakan unit usaha di bidang perkebunan milik PT Astra International, Tbk. Menjadi perusahaan agrobisnis yang paling produktif dan paling inovatif di dunia, merupakan visi AAL. sedangkan misi perusahaan menjadi panutan dan berkontribusi untuk pembangunan serta kesejahteraan bangsa.
Saat ini perusahaan mengelola perkebunan kelapa sawit seluas 264 ribu hektar, terdiri dari kebun inti dan kebun plasma (perkebunan rakyat) di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, dengan lumlah pekerja sekitar 10.000 orang. Kebun AAL di area Andalas (Sumatera), terdapat di Provinsi Aceh, yakni Aceh Jaya, Aceh Barat dan Aceh Singkil. Selain itu, di Pekan Baru dan Jambi.
Perusahaan selalu memberikan perhatian pada masalah kesejahteraan para pemangku kepentingan, khususnya mereka yang tinggal di sekitar perkebunan kelapa sawit AAL melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
"Program CSR industri kelapa sawit merupakan satu-satunya perusahaan industri yang sangat besar dan terkonsentrasi, meliputi bidang pendidikan, kesehatan dan peningkatan ekonomi rakyat," kata Tofan Mahdi. (zul)(Analisa)