Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Wednesday, July 18, 2012

pengurangan ekspor karet demi mendongkrak harganya

Medan. Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, mengungkapkan, Indonesia, Malaysia dan Thailand yang tergabung dalam Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) akan segera melakukan pertemuan untuk membahas terus merosotnya harga karet di pasar internasional. Selain itu, pertemuan tersebut juga akan menyepakati pengurangan ekspor karet demi mendongkrak harganya kembali di pasaran.

Menurut data Gapkindo, saat ini, harga ekspor karet per 16 Juli 2012 berkisar US$ 2,9-US$ 3/kg di bursa Singapura. Sementara harga bahan olahan karet (bokar) di tingkat pabrikan berada di level Rp 22.700 - Rp 24.700/kg.

IMT  merupakan tiga negara pengekspor karet terbesar di dunia. Krisis ekonomi yang menimpa negara-negara Eropa dan AS yang selama ini menjadi buyer utama, membuat permintaan karet terus menurun. Sehingga secara tidak langsung membuat harganya terus merosot.

"Dengan pertemuan ini, diharapkan negara pengekspor akan mengurangi ekspor karetnya, sehingga harga karet terdongkra. Kebijakan pengurang ekspor karet ini pernah dilakukan pada tahun 2010 yang lalu. Terbukti, harga karet naik dari US$1,6/kg menjadi US$ 3- US$ 4 per kg," ujar Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut Edy Irwansyah, kepada wartawan, di Medan, kemarin.

Menurutnya, kebijakan pengurangan ekspor ini harus dilakukan untuk menyelamatkan harga, dan petani. Karena kalau harga karet sudah di bawah US$ 3/kg, maka ekspor harus dikurangi.

Kepala Seksi Ekspor Hasil Pertanian dan Pertambangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut Fitra Kurnia, mengatakan, pertemuan IMT-GT ini akan dilakukan secepat mungkin. "Tapi jelasnya kapan saya kurang tahu," katanya.

Selain ke Eropa dan AS, tujuan ekspor karet Sumut adalah India, China, Korea dan Taiwan. Negara-negara ini membutuhkan karet untuk produk ban mobil. "Nah, krisis Eropa berdampak pada perekonomian negara-negara tersebut.

Krisis ekonomi membuat permintaan akan mobil juga turun, sementara kita terus melakukan ekspor," lanjutnya.

Dari Surat Keterangan Asal (SKA) Disperindag Sumut, ekspor karet pada semester I-2012 menyusut sekitar 35,61% dari US$ 530,08 juta menjadi US$ 341, 280 juta. Volumenya juga merosot dari 107.139 ton jadi 92.381 ton.

"Selama ini, karet alam sumut kebanyakan untuk ban mobil, sedangkan untuk membuat produk yang lain masih kecil. karena itu, hanya bertumpu pada negara-negara buyer yang setiap tahun itu-itu saja," paparnya. Negara tujuan ekspor karet masih India, China, AS, Korea, dan Taiwan.

Sumut memang sudah mulai mencari pasar alternatif untuk tujuan ekspor karet. Sebab, krisis yang melanda negara-negara Eropa menimbulkan masalah pada realisasi nilai dan volume ekspor.

Karenanya eksportir pun seharusnya bisa melihat negara yang juga potensial untuk karet Sumut.(elvidaris simamora)/MB

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum