Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Monday, May 26, 2014

Awas, Ganoderma Menggerogoti Sawit Anda!


Genoderma API:/http://mdn.biz.id/n/97373/



Puluhan ekor ternak sapi berkeliaran memakan rumput di kawasan perkebunan kelapa sawit di Desa Sei Silau, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan. 

Ternak sapi tersebut secara berkelompok dan terpisah dalam beberapa petak kebun. Sekali waktu, jika kelompok besar ternak sapi itu berpindah kebun, maka jalan raya akan dikuasainya dan memaksa kendaraan yang hendak melintasi untuk memperlambat jalannya.
Di sekitarnya, belasan pokok kelapa sawit tumbang di sana-sini. Di bagian pangkal batang bawah, berlubang besar. Ada juga yang patah di bagian tengah dengan ciri sama, lubang besar. Di bagian daunnya, beberapa pelepah masih berwarna hijau seolah ingin menunjukkan keinginannya tetap hidup meskipun sudah tumbang.

Sementara itu, pokok yang masih berdiri tegak, beberapa batang juga sudah berlubang pada bagian bawah. Jamur berwarna coklat keputihan dan memiliki serbuk yang merupakan sporanya seukuran telinga orang dewasa, erat menempel di batangnya.

Dalam waktu tak lama, pokok tersebut akan tumbang. Pekerja di perkebunan kelapa sawit kini harus lebih berhati-hati jika berjalan di sekitar kebun karena bahaya tumbang secara tiba-tiba. Dari banyaknya pokok kelapa sawit yang sudah tumbang, hanya satu atau dua batang saja yang terdapat bekas dibakar di sebagian sisinya.

Padahal, membakarnya adalah salah satu cara yang selama ini dikenal sebagai cara yang efektif untuk menghentikan serangan ganoderma, alias jamur api, alias khomes.

Setelah berkeliling kebun milik perusahan perkebunan, MedanBisnis, sampai pada petak kebun kelapa sawit yang berbeda dengan kebun sebelumnya. Tidak ditemukan tumbangan pokok kelapa sawit.

Di batangnya, juga tidak ditemukan adanya ganoderma yang menempel. Kebun ini merupakan kebun yang dijadikan sebagai demplot kebun sawit yang diberikann perlakuan atau treatment pengendalian, pencegahan dan penekanan terhadap munculnya ganoderma.
Tak jauh dari situ dan hanya dibatasi parit, pemandangannya sangat berbeda. Secara penampilan, tanamannya tampak berpenyakitan. Benar saja, banyak yang daunnya rusak, tanamannya tumbang. Banyaknya pokok yang terinfeksi ganoderma yang mengantarkan penulis pada salah satu pokok yang patah di bagian tengahnya.

Patahannya belum sempurna. Dalam arti, masih terhubung dengan batangnya. Seluruh batangnya menghitam hangus bekas dibakar. Namun, di bagian patahannnya, terdapat jamur ganoderma yang masih menempel.

Tak berapa lama, seorang pria paruh baya menghentikan sepeda motornya di dekat pokok tersebut. Di sepeda motornya, terdapat jerigen, parang dan peralatan berbahan besi yang disebutnya untuk mengegrek (menjatuhkan tandan buah segar).

Diikatnya di jok belakang. Dia mengaku bernama Boiman. Dia punya kebun seluas 3 hektare. Pakaiannya sederhana dan mengenakan topi koboy. "Banyak sekali pokok yang tumbang, kalau sudah begini biasanya cuma dibakar aaja, malah lebih banyak yang dibiarkan," katanya.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Planter Indonesia, Moch Syaphon Adiwijaya, kehilangan 1 pokok kelapa sawit tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya, kehilangan 1 pokok per hektare saja, itu berarti kehilangan yang besar. Sebagai gambaran, tiap pohon kelapa sawit pada umur 5 - 7 tahun, dapat menghasilkan berat rata-rata dalam satu tandan mencapai 10 kg.

Sedangkan 1 pohon sekali panen 2 tandan. Dan bisa dipanen 3 kali setiap bulannya. "Jika TBS dihargai Rp1.500 per kg maka akan luar biasa kerugiannya, apalagi kan yang tumbang tidak hanya 1 pokok saja, maka tinggal dikalikan saja. Jadi, ini tidak sederhana, karenanya harus diberi treatmen atau perlakuan sehingga ganoderma itu bisa diperangi. Kami sendiri di API menargetkan tahun 2015 ganoderma bisa kita atasi," katanya.
 
Kendalikan dengan Infus Mikroba Probiotik
 
Infus Mikroba Probiotik
Yang menjadi tantangan bagi perkebunan kelapa sawit baik untuk perusahaan perkebunan dalam skala luas, pekebun dengan lahan luas menengah ataupun petani dengan lahan yang kecil adalah jamur ganoderma sp. Serangannya yang juga disebut dengan busuk pangkal batang tersebut sering dianggap tak bisa diobati. Padahal, kenyataannya tidaklah demikian.         
Baskara Liga, pelopor Asosiasi Planter Indonesia (API) menjelaskan, infeksi busuk pangkal batang akibat ganoderma saat ini tidak mengenal usia tanaman. Ada baru berusia setahun sudah terinfeksi. Padahal, sebelumnya yang mengemuka selama ini adalah ganoderma menyerang pada tanaman berusia antara 6 sampai 7 tahun. "Kenyataannya, kita jumpai di daerah Asahan, banyak tanaman muda yang sudah terinfeksi," jelasnya.

Begitupun informasi yang berkembang di masyarakat, ganoderma tidak bisa diobati. Baskara menilai, serangan ganoderma sangat mungkin untuk bisa diatasi. Secara prinsip, adanya penyakit akibat lemah, kurang, hilang atau matinya salah satu unsur yang diperlukan untuk keberlanjutannya.

Hal yang sama terjadi juga pada kelapa sawit. Serangan ganoderma disebabkan terjadinya ketidak seimbangan, di mana ganoderma sebagai unsur yang merugikan lebih banyak dibandingkan unsur antagonisnya. "Maka cara untuk memeranginya adalah dengan menghadirkan unsur antagonisnya, dengan begitu pengendaliannya dilakukan secara organik," katanya.

Dalam penanganannya, jika sudah mengetahui indikasi atau pertanda adanya serangan ganoderma, seperti terdapat ciri-ciri fisik yang jelas. Misalnya, 3 pupus daun di pucuk yang meruncing dan tidak dapat memecah. Kemudian daunnya memusat dan memendek, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah dengan menghitung dan memetakan serangan tersebut.

"Berikutnya dengan menganalisis jenis mikroba antagonis dan saprofit dari areal yang dipastikan terkena ganoderma," ungkapnya.

Karenanya, untuk mengatasi ganoderma diperlukan perlakuan-perlakuan terhadap pokok kelapa sawit yang sudah terinfeksi. API, kata dia, bekerjasama dengan UD Agro Tani Mandiri sejak tahun 2011 menggunakan sistem injeksi sel mikroba antagonis dan infus sel mikroba saprofit (Mikroba Probiotik).

Memasuki tahun 2012, percobaan melalui injeksi sel mikroba probiotik pada akar yang masih produktif (enam titik di sekeliling pangkal batang), setelah dilakukan pengamatan secara berkesinambungan terbukti efektif di mana penyerapannya lebih cepat.

Perlakuan tersebut, sudah dilakukan di demplot yang berada di kebun kelapa sawit milik warga di Desa Gajah, Kabupaten Batubara, Desa Kampung Rakyat Kecamatan Buntu Pane Kabupaten Asahan. Di demplot tersebut, dapat dengan mudah dibedakan antara kebun yang diberi perlakuan dengan yang tidak diberi perlakuan.

Di kebun yang diberi perlakuan, tanamannya terbebas dari ganoderma. Padahal, tak jauh di sebelahnya, hanya dibatasi parit kecil, perbedaannya sangat mencolok. Kebun yang tidak diberi perlakuan dengan mudan dapat ditemui jamur mengelilingi batangnya. Bahkan ada juga yang sudah tumbang.

"Padahal, ganoderma ini penyebarannya sangat mudah, bisa lewat angin karena dari sporanya bisa berkembang, bisa juga dari alat yang dipakai bekerja di tanaman yang terkena ganoderma digunakan pada tanaman yang tidak terinfeksi ganoderma, pasti akan menyebar," katanya.

Tidak itu saja, ganoderma itu juga dapat disebarkan oleh sepatu yang menginjak ganoderma. Kemudian, yang mungkin tidak banyak terpikirkan adalah melalui ternak gembala, seperti sapi. Ternak sapi di kebun kelapa sawit yang tertinfeksi ganoderma akan berpindah-pindah ke kebun yang lainnya sehingga penyebarannya cepat dan sulit dikendalikan.

"Kumbang juga bisa menyebarkannya, kalau kakinya membawa sporanya maka di mana dia hinggap, di situ ganoderma bisa berkembang," katanya.

Karena itu, kata dia, pelaksanaan aplikasi mikroba probiotik harus dilakukan secara terpadu. Tidak hanya serentak semua kebun, tetapi juga harus dimulai dari masa pembibitannya.

Karena, jika bibit yang ditanam petani berasal dari kebun yang kelapa sawitnya terinfeksi ganoderma, potensi penyebarannya akan semakin besar dan sukar dikendalikan.

Dia menilai, aplikasi mikroba probiotik juga dilakukan pada pembibitan dan pada areal tanaman belum menghasilkan dan tanaman menghasilkan sampai pada masa mendekati replanting.

Ia menuturkan, tanaman yang diberi perlakuan harus dilakukan pengamatan. Hal tersebut untuk mengukur sejauh mana pengaruh dari perlakuan yang diberikan sehingga dapat menentukan langkah-langkah berikutnya. "Misalnya, berapa kali perlakuan injeksi atau infus mikroba probiotik harus diberikan, dan lain sebagainya," katanya. (dewantoro)


http://mdn.biz.id/n/97372
 (dewantoro)

No comments:

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum