Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Tuesday, December 17, 2013

Produksi Susu Kambing Sanen Lebih Tinggi dari Etawa

Medan. Di antara kambing-kambing yang banyak dibudidayakan masyarakat, hanya kambing peranakan etawa (PE) dan sanen yang bisa dijadikan sebagai kambing perah untuk dijadikan sebagai penghasil susu. Namun, dari segi produksi, susu kambing sanen jauh lebih tinggi, berkisar 3 liter per hari.

 "Meskipun kambing PE sudah lebih dulu dikenal sebagai kambing perah, namun kambing sanen dianggap sebagai primadona kambing perah karena memiliki kelebihan yang tidak dimiliki kambing PE. Namun demikian, masih sedikit yang memiliki kambing sanen," kata peternak kambing PE dan sapi PO di Dusun 2, Desa Tanjung Gusta, Yudi JM.
Dikatakannya, kambing PE merupakan salah satu kambing perah untuk menghasilkan susu. Secara umum, pembudidayaan kambing masyarakat baru untuk menghasilkan daging. "Masih sedikit lah yang membdudiayakan kambing PE, padahal nilai ekonomisnya tinggi," katanya.

Ia menjelaskan, kambing PE, bisa menghasilkan 1 sampai 2 liter susu per hari. Saat ini, harga susu kambing sekitar Rp20.000 perlter. Dengan demikian, semakin banyak kambingnya, semakin besar pula keuntungan yang bisa didapatkan dari pembudidayaan kambing PE. "Kalau punya 5 ekor saja, bisa dihitung keuntungannya," katanya.

Namun demikian, kata Yudi, jumlah produksi susu kambing PE masih kalah dibandingkan dengan kambing sanen. Pasalnya, produksi susu kambing sanen lebih banyak, bisa sampai 3 liter per hari. Dengan harga yang tidak berbeda, maka keuntungan membudidayakan kambing sanen juga sangat menguntungkan. "Tapi sekarang ini, yang memiliki kambing sanen masih sedikit," katanya.

Dikatakan Yudi, secara fisik, kambing sanen berbeda dengan kambing PE. Kambing jenis PE merupakan persilangan antara kambing etawa dan kambing lokal. Sedangkan kambing sanen merupakan kambing dari Swiss. Secara fisik, kambing PE memiliki postur yang lebih tinggi dan besar daripada kambing lokal.

Sedangkan, kambing sanen, fisiknya lebih pendek, memiliki tanduk yang panjang, berwarna putih dan jenggot panjang. "Kambing ini masih sedikit yang memilikinya," katanya.

Suryono, peternak kambing PE di Binjai mengatakan, kalau membudidayakan kambing PE akan lebih menguntungkan begitu juga dengan membudidayakan kambing sanen. "Saya di rumah juga ada, tapi masih kecil. Kambing ini menjadi primadona untuk dibudidayakan selain kambing PE," katanya. ( dewantoro) http://mdn.biz.id/n/67710/

LALU bagaimanakah ciri dan bentuk rupa kambing SANEN itu baru tau nih saya??...(cari tau ah!)


Kambing Saanen merupakan kambing yang berasal dari lembah Saanen, Swiss. Sesuai dengan asalnya kambing ini diberi nama kambing Saanen

Saat ini penyebarannya sudah mencapai berbagai belahan dunia, Inggris, Amerika, Australia bahkan Indonesia. Di tempat tempat tersebut Kambing Saanen disilangkan lagi di Inggris disilangkan dengan kambing setempat dan dihasilkan jenis British Saanen. Di Indonesia disilangkan dengan jenis Peranakan Ettawa. Di Selandia baru ada jenis kambing Sable, yang juga merupakan keturunan dari kambing Saanen.

Kambing ini termasuk kambing tipe perah yang dapat menghasilkan susu sekitar 3,8 liter per hari. Kandungan lemak susunya bisa mencapai 2.5% – 3%. Untuk menghasilkan susu yang berkualitas pemenuhan kambing ini biasanya makan rerumputan, jerami dan biji-bijian, minum kira-kira 3 liter air setiap harinya.
Ciri-Ciri Umum Kambing Saanen Adalah :
  • Warna dominan adalah putih, terkadang terdapat beberapa bintik-bintik hitam diteling, hidug, dan ambing pada betina.
  • Telinga lurus tegak dan lurus ke atas.
  • Baik jantan maupun betina umumnya tidak memiliki tanduk
  • Kaki berukuran kecil 
  • Ekornya berukuran pendek
  • Bobot kambing jantan dapat mencapai 90 kg, sendangkan betina hanya mencapai bobot 60 kg
  • Kambing ini sangat sensitif terhadap sinar matahari yang berlebihan, untukmenjaga agar kambing tetap dalam kondisi terbaik harus dibuatkan tempat bernaung atau kandang.
sumber :  http://situs-peternakan.blogspot.com/2012/04/kambing-saanen.html


Artikel terkait silahkan baca  :  "TRENT MINUM SuSu KAMBING"

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum

DIREKSI PTPN 2012

Dirut PTPN I Wargani Direktur:Ramadhan Ismail Direktur:Abdul Mukti Nasution Direktur:Amrijal Direktur:Husni Ibrahim Dirut PTPN II Bhatara Moeda Nasution Direktur:Naif Ali Dahbul Direktur:Wisnu Budi Direktur:Komaruzaman Direktur:Hakim Bako Dirut PTPN III Megananda Daryono Direktur:Kusumandaru Direktur:Bagas Angkasa Direktur:Balaman Tarigan Direktur:Nurhidayat Direktur:Erwan Pelawi Direktur:Rahmad Prawirakusumah Dirut PTPN IV Erwin Nasution Direktur:Ahmad Haslan Saragih Direktur:Andi Wibisono Direktur:Setia Dharma Sebayang Direktur:Memet Dirut PTPN V Fauzi Yusuf Direktur:Suharjoko Direktur:Pontas Tambunan Direktur:Samsul Rizal Direktur:Berlino Mahendra Dirut PTPN VI Iskandar Sulaiman Direktur:Fahrur Razi Lubis Direktur:Ahmad Karimuddin Direktur:Arfinaldi Direktur:Nasulian Arifin Dirut PTPN VII Boyke Budiman Direktur:M. Nasir Direktur:Agus Rianto Direktur:Rafael Sibagariang Direktur:Budi Santoso Dirut VIII Dadi Sunardi Direktur:Irwan Abdul Direktur:Rahman Lubis Direktur:Dikdik Koesandi Direktur:Rahman Slamat Dirut IX Adi Prasongko Direktur:Slamat Purwadi Direktur:Natsir Tarigan Direktur:Ishak Direktur:Hanung Dirut X Subiyono Direktur:Doli P. Pulungan Direktur:Tarsisius Sudarianto Direktur:Mhd Sultan Direktur:Joko Sanioso Dirut XI Andi Punoko Direktur:Titis Adji Direktur:Burhan Chatib Direktur:Budi Hidayat Direktur:Eri Iswadi Dirut XII Singgih Irwan Basri Direktur:Sugeng Budiraharjo Direktur:Bambang Wijanarko Direktur:Sahala Hutasoit Direktur:Swarno Dirut XIII Baim Rachman Direktur:Sunardi Direktur:Anang Direktur:Umar Direktur:Pandapotan Girsang Dirut XIV Budi Purnomo Direktur:Amirullah Haris Direktur:Rispan Adi Adris Direktur:Mardianto Dirut RNI Persero Ismed Hasan Putro.