Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Friday, June 10, 2011

Industri Sawit Sumbang Devisa Rp90 Triliun

JAKARTA- Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, industri minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) nasional merupakan salah satu industri yang memberikan pendapatan devisa yang cukup besar bagi negara. Pada 2009, devisa dari industri CPO ditaksir mencapai US$10 miliar.
"China dan India menjadi pasar terbesar CPO. Itu menunjukkan CPO merupakan komoditas yang terus diminati dunia, terlebih di saat melemahnya kondisi ekonomi dunia," kata Mustafa di sela pemberian sertifikat pengelolaan perkebunan kelapa sawit secara lestari dan berkelanjutan (RSPO) dari TUV Rheinland, Malaysia Sdn Bhd kepada PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III di gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis 26 Agustus 2010.

Dia menjelaskan, selama ini kontribusi BUMN perkebunan bagi industri CPO nasional sangat signifikan. PTPN selama ini memproduksi sebanyak 2,9 juta ton CPO atau dua persen dari produk nasional pada 2009.


Namun, Mustafa mengakui, tantangan industri perkebunan CPO ke depan semakin berat. Hal itu terkait dengan upaya perusahaan untuk menyakinkan pemangku kepentingan (
stakeholders) mengenai pengelolaan perkebunan yang lestari dan berkesinambungan. "PTPN diharapkan tidak hanya fokus pada laba, tapi juga keseimbangan ekosistem," katanya.
Direktur Utama PTPN III, Amri Siregar, mengatakan, tantangan perusahaan perkebunan ke depan adalah meyakinkan pasar bahwa pengelolaan dapat diselenggarakan secara lestari dan memperhatikan ekosistem.

PTPN III menerima sertifikat RSPO khusus untuk unit pengelolaan kelapa sawit di Sei Mangkei dengan rantai pasokan dari Kebun Rambutan, Kebun Dusun Ulu, Kebun Bangun, Kebun Gubung Pamela, dan Kebun Gunung Para.

Dengan sertifikat tersebut, PTPN III mengharapkan produk hulu dan hilir yang diproduksi perusahaan dapat memasuki pasar internasional lintas benua, khususnya Eropa sejak 2006.

"Sejauh ini, PTPN III adalah satu-satunya BUMN perkebunan yang menerima sertifikat dari RSPO tersebut," kata Amir.(VN)

No comments:

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum