Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Tuesday, August 20, 2013

Permintaan dan Harga CPO

Jakarta - Bulan puasa dan Idul Fitri ternyata tidak mendorong permintaan volume ekspormnyak sawit mentah (CPO) dan turunannya asal Indonesia, yang mengalami penurunan sebesar 11% di bulan Juni dibandingkan bulan sebelumnya, dan pada bulan Juli kembali turun 1,64% dibandingkan bulan Juni.
Walaupun jika dibandingkan dengan Juli 2012, ekspor ini mengalami kenaikan 5,66% dari 1,507 juta ton pada Juli 2012 menjadi 1,593 juta ton pada Juli 2013, demikian menurut pernyataan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang diterima Beritasatu.com Selasa (20/8) malam.


Harga CPO di pasar dunia yang diharapkan lebih bergairah jelang hari raya juga tidak menunjukkan hal yang berarti dan masih relatif stagnan. Harga CPO pada Juli hingga pertengahan Agustus 2013 berkisar diantara US$ 810 – US$ 855 per metrik ton. Kisaran harga ini mengalami penurunan yang cukup siginifikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya dikisaran US$ 835 – US$ 875.

Harga CPO tercatat naik di minggu kedua Juli di kisaran US$ 835-US$ 855. Namun kenaikan ini tidak bertahan lama, pada minggu ketiga dan keempat harga kembali tergerus di kisaran US$ 810 – US$ 835.
Sementara itu dari sisi produksi terdapat kecenderungan mengalami perlambatan pertumbuhan.
Beberapa perusahaan melaporkan penurunan produksi antara 10-15%. Jadi diperkirakan secara total produksi CPO tahun ini akan melambat pertumbuhannya.

Volume ekspor CPO dan turunannya asal Indonesia mengalami penurunan sebesar 1,64% dibandingkan dengan bulan lalu yaitu dari 1,62 juta ton menjadi 1,59 juta ton. Turunnya volume ekspor CPO dan turunannya pada bulan Juli disebabkan turunnya permintaan dari India, China dan beberapa negara lainnya.
India mengurangi pasokan CPO dan turunannya karena inflasi yang terjadi di negara tersebut dan ada isu pemerintah India akan menaikan pajak impor untuk “refined vegetable oils”. Pada Juli ini, ekspor CPO dan turunannya ke India tercatat turun 14,3% dibandingkan dengan bulan lalu atau dari 404,52 ribu ton menjadi 346,51 ribu ton.

Penurunan permintaan juga diikuti oleh China. Volume ekspor ke China tercatat turun sebesar 7,75% dari 170,57 ribu ton menjadi 157,34 ribu ton. Penurunan permintaan dari China disebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi dan banyaknya stok kedelai yang dimiliki China saat ini. Selain itu keputusan pemerintah China untuk menghapuskan pelarangan impor kedelai dari Brazil turut andil dalam pelemahan permintaan akan CPO.
Sementara itu di negara berbasis muslim seperti Pakistan dan Bangladesh, permintaan CPO tercatat meningkat cukup signifikan tetapi tidak memberikan dampak kenaikan harga karena dari segi volume, permintaan negara ini tidak besar jika dibandingkan dengan India dan China.

Volume ekspor ke Pakistan pada Juli tercatat naik 108,6% dari 44.25 ribu ton menjadi 92.30 ribu ton. Sedangkan ekspor ke Bangladesh tercatat naik 20,64% dari 64.20 ribu ton menjadi 77.45 ribu ton pada Juli 2013. Kenaikan permintaan dari dua negara ini karena pengaruh hari raya Idul Fitri yang biasanya konsumsi akan pangan lebih meningkat daripada bulan-bulan biasa.

Penguatan mata uang Amerika terhadap mata uang negara Asia masih menjadi salah satu faktor yang meningkatkan permintaan dari negeri Paman Sam ini. Volume ekspor CPO dan turunannya ke Amerika pada selama tiga bulan terakhir terus meningkat.

Pada Juli ini tercatat naik 36,5% dibanding bulan lalu atau dari 43,85 ribu ton menjadi 59,87 ribu ton. Sementara volume ekspor ke negara Uni Eropa tercatat meningkat sebesar 7,87% dibanding bulan lalu atau dari 343,27 ribu ton menjadi 370,29 ribu ton.

Pasar CPO diprediksi relatif stagnan sepanjang Agustus dan September. Pada sisi pasokan, stok CPO Indonesia dan Malaysia diperkirakan akan mulai meningkat mulai dari September sampai Desember.
Harga CPO diperkirakan tidak akan menunjukkan trend kenaikan yang berarti seiring meningkatnya stok CPO Indonesia dan Malaysia, hal ini akan diperburuk dengan perkiraan akan meningkatnya hasil panen kedelai di Brazil, Argentina dan Amerika dengan dukungan cuaca yang baik di negara tersebut.

Selain itu aturan “biodiesel anti dumping duties” yang diberlakukan Uni Eropa terhadap Argentina juga akan menjadi faktor harga kedelai menjadi murah. Harga kedelai yang murah otomatis akan mempengaruhi harga CPO yang selama ini hanya menjadi substitusi kedelai bagi negara Uni Eropa dan Amerika.

GAPKI memperkirakan harga CPO pada Agustus masih akan bergerak di kisaran harga 820-855 dolar AS per metrik ton. Harga CPO Rotterdam diperkirakan berada pada rata-rata sekitar 852 dolar AS dengan Harga Patokan Ekspor sekitar 781 dollar AS dan Bea Keluar 10,5%.

(PTPNVII)
Sumber : beritasatu.com

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum