Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Saturday, August 31, 2013

Integrasi Perkebunan Sawit dengan Peternakan Sapi, Tekan Biaya Produksi

Jakarta: Integrasi perkebunan kelapa sawit dan peternakan sapi lebih ramah lingkungan dan dapat menekan biaya produksi. Perusahaan perkebunan pelat merah, PT Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI), mulai merasakan manfaatnya.

Direktur Utama PTPN VI Iskandar Sulaeman menuturkan, pada tahun lalu Menteri BUMN Dahlan Iskan menugasi BUMN-BUMN untuk melakukan integrasi perkebunan sawit dengan peternakan sapi.

"Tapi, kami sudah melakukan integrasi ini selama dua tahun," kata Iskandar yang ditemui Media Indonesia sebelum acara talkshow Expo Nasional Inovasi Perkebunan (ENIP) 2013, Sabtu (31/8), di Jakarta COnvention Center, Jakarta.

Iskandar menuturkan, sistem integrasi ini berupa penggunaan kotoran sapi sebagai pupuk untuk tanaman kelapa sawit dan pelepah kelapa sawit sebagai pengganti rumput untuk pakan sapi.

Menurut Iskandar, selama ini, saat panen buah, pelepah sawit dipotong untuk mengambil buah kelapa sawit. Jumlah pelepah dalam satu tahun antara 20-26 pelepah dari satu pohon. Pelepah ini umumnya diletakkan begitu saja di antara satu pohon sawit dengan pohon sawit lainnya untuk menjadi pupuk kompos.

Jangka waktu pelepah hingga menjadi kompos antara 9-12 bulan.

Integrasi perkebunan sawit dengan peternakan sapi inipun memungkinkan pelepah sawit menjadi pakan ternak. Pelepah sawit dipotong-potong dan dimasukkan ke dalam mesin pengaduk bersama dengan bungkil sawit dan tetes tebu untuk menjadi pakan ternak.

Bungkil sawit ini merupakan pengganti kedelai yang umumnya digunakan untuk membuat pakan sapi yang konvensional.

Sapi yang memakan pakan yang mengandung 80%-90% limbah kelapa sawit ini akan membuang kotoran keesokan harinya. Kotoran sapi ini yang menjadi kompos untuk pohon kelapa sawit.

"Jadi, lebih ramah lingkungan dan lebih cepat. Dari pelepah menjadi kompos hanya butuh waktu satu malam," ujar Iskandar.

Untuk pakan sapi, lanjut Iskandar, pihaknya dapat menghemat sekitar Rp 1.800-2.800 per kilogram. Pasalnya, pakan konvensional harganya sekitar Rp 3.000-4.000 per kilogram, sementara pakan yang diolah dari limbah kelapa sawit hanya Ro 1.200 per kilogram.

Iskandar menambahkan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Litbang Pertanian) tengah meneliti manfaat integrasi perkebunan kelapa sawit dan peternakan sapi ini.

"Sebenarnya sudah terbukti, dengan pakan yang berasal dari limbah kelapa sawit itu ada tambahan berat badan sapi dan pohon sawit kami pun mengalami peningkatan produktivitas, jumlahnya berapa masih diteliti oleh Litbang Pertanian. Tapi sudah ada peningkatan," ungkap Iskandar.

PTPN VI mengembangkan integrasi sawit-sapi ini di lahan sawitnya Desa Muhajirin, Kabupaten Muarojambi, Jambi, seluas 2.000 hektare dengan jumlah sapi 2.000 ekor. Sekitar 400 ekor dari total tersebut merupakan sapi betina produktif. "Karena kami sulit mendapatkan bibit sapi, jadi peternakan kami untuk breeding juga. Sapinya jenis Sapi Bali, kami ambil dari Lampung," tukasnya.

Sebelumnya, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro mengatakan, luas lahan sawit saat ini sekitar 8,9-9 juta hektare.

Untuk ternak sapi membutuhkan lahan sekitar 1-2 hektare per ekor.

"Kalau integrasi sawit-sapi dilaksanakan betul, jumlah lahan ada 9 juta hektare artinya populasi sapi di Indonesia bisa mencapai 18 juta ekor. Kalau ini terjadi, tidak perlu lagi impor," ujar Syukur saat ditemui, Jumat (30/8), di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta. (Bunga Pertiwi Adek Putri)

Editor: Edwin Tirani Metrotvnews.com Sabtu, 31 Agustus 2013 | 16:11 WIB | Reporter: none

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum