Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Tuesday, October 4, 2011

Musim Mas Tanam Investasi di Industri Hilir Sawit

MEDAN - Musim Mas Group (MMG) dalam tiga tahun ke depan akan menanamkan investasinya sekitar US$860 juta untuk menambah kapasitas industri hilir kelapa sawit dengan memilih lokasi di Sumatra dan Kalimantan.

Direktur MMG Surja membenarkan perusahaan yang dipimpinnya dalam waktu dekat akan menambah kapasitas produksi industri rafineri, olekimia, biodiesel, fine chemicals, speciality faats, serta industri hilir sawit lainnya.
“Kami salah satu perusahaan penanam modal dalam negeri yang serius mengembangkan indusri hilir sawit untuk memperoleh nilai tambah yang lebih tinggi,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Eksposnews hari ini.
Menurut dia, selama ini salah satu kendala untuk mengembangkan industri hilir kelapa sawit di Indonesia adalah bea keluar minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang sama besarnya dengan bea keluar produksi industri hilir sawit. “Oleh karena itu para pengusaha lebih suka mengimpor dalam bentuk CPO dibandingkan dengan produk olahan dari CPO. Secara bisnis hal ini sah-sah saja,” tuturnya.

Persoalannya, kata dia, negara penghasil CPO lainnya seperti Malaysia yang sudah duluan mengembangkan industri hilir CPO menikmati nilai tambah CPO Indonesia. “Mereka mendatangkan CPO dari Indonesia, dan mengolahnya menjadi produk hilir. Mereka (Malaysia) yang menikmati nilai tambah produk hilir CPO Indonesia.”

Anda boleh lihat, kata dia, perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang sudah lama mengembangkan perkebunan kelapa sawit di Indonesia tidak mau membangun industri hilir di Indonesia. Perusahaan asing tersebut, jelasnya, lebih suka menjual produknya dalam bentuk CPO dibandingkan dengan mendirikan pabrik rafineri atau produk olahan CPO di Indonesia.

Akan tetapi, kata dia, setelah Menteri Keuangan RI mengeluarkan kebijakan No. 128/PMK.011/2011 yang menghapus bea keluar yang diskriminatif terhadap produk kelapa sawit, maka pengusaha yang selama ini bermain di hulu akan melirik industri hilir sawit.

Salah satu perusahaan yang sudah lama bermain di industri hilir sawit, paparnya, adalah Musim Mas Group yang berbasis di Medan. “Kami sudah memiliki industri pengolahan rafeneri, oleokimia, biodiesel, fine chemicals, dan speciality fats. Namun, kapasitasnya baru mencapai 50% karena terus terang kami juga mengekspor dalam bentuk CPO.”

Dalam Permenkeu No. 128/PMK.011/2011 yang berlaku mulai September 2011, paparnya, dijelaskan bahwa maksimum Bea Keluar (BK) CPO turun dari 25% menjadi 22,5%, sedangkan produk turunannya (olahan CPO) dikenakan BK lebih rendah delapan persen dari CPO. Sedangkan produk oleokimia, tuturnya, sama sekali tidak dikenakan bea keluar.

Benefits yang dapat diperoleh dari Permenkeu 128 ini, kata dia, solusi saling menguntungkan antara perusahaan perkebunan dan prosesor hasil olahan perkebunan, CPO Indonesia lebih tinggi harganya di pasar internasional sekitar US$30-US$50 per ton dibandingkan dengan produk sama dari Malaysia, kapasitas rafineri Indonesia sekitar 25 juta ton per tahun dapat dioptimalkan, produk olahan sawit Indonesia lebih kompetitif dibandingkan dengan Malaysia, serta India akan mengalihkan pembelian CPO menjadi RBD Olein.

Untuk menyahuti Permenkeu No. 128/PMK.011/2011, kata Surja, Musim Mas Group akan menanamaknam modalnya dalam tiga tahun ke depan sekitar US$860 juta di Sumatra dan Kalimantan. Tahap awal, kata dia, sebagian investasi digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi pabrik yang sudah beroperasi. Sedangkan daerah yang belum dijamah seperti Kalimantan dan Sulawesi, kata dia, akan dibangun pabrik bartu. “Saya belum bisa sebutkan rinciannya karena dalam hitungan konsultan. Namun dana atau investasi yang disiapkan mencapai US$860 juta yang berasal dari modal sendiri dan pinjaman perbankan.” (em)/ENW

No comments:

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum