Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Thursday, November 14, 2013

Sertifikasi RSPO Dorong Penanaman Sawit Berkelanjutan

Medan - Sertifikasi petani sawit diyakini mampu mendorong penanaman sawit berkelanjutan, memperhatikan aspek lingkungan dan ekosistem serta meningkatkan produktivitas kelapa sawit.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, Asian Agri kini memiliki hampir 29.000 petani plasma yang dibina langsung sebagai mitra. Bahkan petani sawit swadaya pun digandeng dan akhirnya mendapat sertifikasi dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).


Sertifikasi bagi petani swadaya ini merupakan sertifikasi yang pertama kalinya di Indonesia terhadap petani binaan Asian Agri.

Head Plasma PT Inti Indosawit Subur yang merupakan bagian dari Asian Agri Pengarapen Gurusinga mengatakan sertifikasi sawit ini mendorong praktik baik petani plasma dan swadaya untuk menjaga lingkungan berkelanjutan.

"Pemberian sertifikasi ini diharapkan menjadi model bagi petani lain yang belum meraihnya. Sebab masih banyak petani yang belum tergabung dalam binaan kami," katanya di Medan, Kamis (14/11).

Manajer Asosiasi Petani Sawit Swadaya Amanah Sunarno, petani swadaya yang berhasil meraih sertifikasi RSPO mengungkapkan untuk mendapatkan sertifikasi ia melakukan perjuangan yang luar biasa dengan menerapkan delapan prinsip utama yang menjadi kriteria RSPO.

"Mulai tahun 2004 kami mengajukan pembinan pelatihan dan penyuluhan dari Asian Agri. Tahun 2012 ada penawaran untuk mendapat sertifikasi dan Juli 2013 akhirnya berhasil memperoleh sertifikasi," ucapnya.

Sunarno menjelaskan, ia awal menanam sawit tahun 1998, saat panen tahun 2003 produktivitasnya hanya 5 kwintal per hektar per bulan. Setelah mendapat pembinaaan peningkatan produktivitas terjadi. Tahun 2012 mendapatkan 1,5 ton per hektar per bulan dan tahun 2013 meningkat menjadi 2 ton per hektar.

Penghasilan dan kesejahteraan petani pun naik dari Rp 2 juta per petani per hektar, saat ini Rp 3 juta per petani per hektar. [R-15]
Suara Pembaruan
Penulis: R-15/FER
Sumber:Suara Pembaruan

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum