“Sebulan yang lalu atau di Desember
2012 harga TBS anjlok hingga ke level Rp 650- Rp 700 per kilogram, dan
sepekan lalu sudah naik. Waktu saya panen sepekan lalu harga jualnya
sudah Rp 800 per kilogram, dan harga hari ini menurut pedagang penampung
kembali naik menjadi Rp 900 per kilogram,”kata Syafruddin (56), salah
seorang petani kelapa sawit di Desa Paya Bengkuang Kecamatan Gebang,
Langkat ketika ditemui MedanBisnis, Senin (28/1).Menurut para
petani sawit, naiknya harga jual TBS dikarenakan produksi kelapa sawit
mulai berkurang atau mengalami trek. “Harga sawit memang naik,tapi tidak
sampai Rp 900, sawit kami hanya Rp 800 per kilogram dibeli penampung.
Mungkin karena jarak tempuh kebun dengan PKS yang jauh sehingga biaya
ongkos angkut dibebani kepada kami,” aku Suwardi, petani sawit di Desa
Pematang Tengah Kecamatan Pematang Jaya.
Kalau di Tanjungpura dan Gebang kata dia, harga sawit naik menjadi Rp 900 per kg. Pembelian PKS yang ada di Langkat juga sudah menaikkan harga ada yang membeli Rp 1.100, dan ada juga yang membeli dengan harga Rp 1.000 per kg tergantung rendemen TBS.
“Hari ini kami beli TBS Rp 1.100 dari sebelumnya Rp 1.050 per kilogram. Crude Palm Oil (CPO) juga sudah mulai lancar dibongkar di tempat pengiriman. Jika dua pekan lalu truk tangki sempat antri di Belawan hingga sepekan, kini paling lama dua hari sudah bongkar. Kemudian stok CPO di tangki timbun juga sudah dikirim, dan produksi olah TBS sudah mulai lancar, karyawan sudah kembali bekerja 2 ship,” kata Manager Perkebunan dan PKS PT Jaya Baru Pertama, Go Kok Peng.(misno)
Kalau di Tanjungpura dan Gebang kata dia, harga sawit naik menjadi Rp 900 per kg. Pembelian PKS yang ada di Langkat juga sudah menaikkan harga ada yang membeli Rp 1.100, dan ada juga yang membeli dengan harga Rp 1.000 per kg tergantung rendemen TBS.
“Hari ini kami beli TBS Rp 1.100 dari sebelumnya Rp 1.050 per kilogram. Crude Palm Oil (CPO) juga sudah mulai lancar dibongkar di tempat pengiriman. Jika dua pekan lalu truk tangki sempat antri di Belawan hingga sepekan, kini paling lama dua hari sudah bongkar. Kemudian stok CPO di tangki timbun juga sudah dikirim, dan produksi olah TBS sudah mulai lancar, karyawan sudah kembali bekerja 2 ship,” kata Manager Perkebunan dan PKS PT Jaya Baru Pertama, Go Kok Peng.(misno)
sumber : MedanBisnis