Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Saturday, January 19, 2013

Harga Anjlok, Sawit Dibiarkan Busuk di Pohon

Sangatta: Petani kelapa sawit di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, mengeluhkan anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani yang hanya Rp350 per kilogram (kg).
Rendahnya harga TBS di tingkat petani mengakibatkan mereka enggan memanen dan memilih membiarkan buah sawit rusak sampai harga stabil seperti akhir tahun lalu sebesar Rp600-Rp700 per kg.

"Kalau hanya dibeli Rp350 per kilogram, kami dapat apa. Sedangkan biaya operasional begitu mahal, harga pupuk, obat-obat, perawatan serba mahal," kata Alek, petani sawit di Desa Singa Gembara, Sangatta Utara, Sabtu (19/1).

Menurutnya, sejak harga TBS turun hingga 50% dua tahun lalu, para petani sangat kecewa. Puluhan ton sawit milik mereka dibiarkan tidak dipanen, karena panen buka menguntung, melainkan rugi lebih besar. Alek mengaku, memiliki 40 hektare (ha) kebun sawit berumur antara enam hingga sembilan tahun. Dari luas tersebut, 20 ha di antaranya sudah panen rutin dengan hasil rata-rata mencapai 20 ton setiap panen.

"Kalau saya panen, perlu biaya pekerja dan ada biaya angkut dari lokasi. Kalau dipotong biaya selama pemeliharaan, seperti pupuk urea dan obat-obat, maka dipastikan tidak untung," ujarnya.

Petani lainnya, Dohi, pemilik kebun kelapa sawit di Desa Singa Geweh, Sangatta Selatan, mengatakan anjloknya harga tandan buah segar di tingkat petani membuat petani lainnya enggan menjual sawit mereka dan membiarkan rusak daripada dijual tapi rugi. "Kelompok tani kami berjumlah puluhan orang dan rata-rata memiliki puluhan hektare sawit. Selama ini (sawit) dijual ke pengepul dengan harga Rp700 per kilogram. Sekarang harganya tinggal Rp350 per kilogram, petani pasti rugi," katanya. (Ant/OL-01)Metrotvnews.com,

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum