Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Wednesday, January 30, 2013

PTPN III Akan Percepat Pembangunan Pabrik Oleokimia

MEDAN – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III dan IV Medan memastikan akan merealisasikan pembangunan pabrik oleokimia berkapasitas 2.500 ton per hari dengan investasi sedikitnya Rp1,6 triliun.
Dirut PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Medan Megananda Daryono membenarkan dengan adanya penyerahan SK sebagai Badan Usaha Pembangun dan Pengelola Kawasan Industri Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumut dari Bupati Simalungun, realisasi pembangunan pabrik oleokimia di kawasan itu dapat dipercepat.

“Paling lambat Semester I/2013, peletakan batu pertama pembangunan pabrik oleokimia di Sei Mangkei sudah dilakukan. Sahamnya dipedang oleh PTPN III dan PTPN IV Medan,” ujarnya kepada wartawan seusai menerima SK Penetapan PTPN III sebagai Badan Usaha Pembangun dan Pengelola Sei Mangkei, Selasa (30/1).
Menurutnya, pembangunan pabrik oleokimia di Sei Mangkei tersebut merupakan salah satu upaya BUMN perkebunan untuk meningkatkan nilai tambah minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang selama ini harganya masih dikendalikan pembeli dari luar negeri.
Sebagai Badan Usaha Pengelola dan Pembangun KEK Sei Mangkei, ujar mantan Deputi Kementerian BUMN itu, PTPN III sudah membangun pabrik kelapa sawit (PKS) berkapasitas 75 ton tandan buah segar (TBS) per hari, pabrik Palm Kernel Oil berkapasitas 400 ton inti sawit/hari, dan pembangkit tenaga listrik menggunakan cangkang kelapa sawit 2×3,5 MW.
Status lahan juga sudah jelas dengan adanya SK sebagai Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Sei Mangkei kepada PTN III Medan. Dengan adanya SK tersebut PTPN III sudah punya landasan untuk membangun dan mengelola KEK Sei Mangkei.
“Status lahan pun sudah jelas dengan disahkannya tata ruang Kabupaten Simalungun tahun lalu. Ini merupakan terobosan yang luar biasa dari Bupati Simalungun untuk memajukan KEK Sei Mangkei,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Simalungn J.R. Saragih menegaskan sudah tidak ada lagi masalah mengenai KEK Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun.
“Semua proses administrasi, tata ruang dan lain yang menjadi kewenangan bupati Simalungun sudah selesai. Tidak ada kongkalingkong dalam hal ini. Bupati Simalungun dan Dirut PTPN III Medan ingin cepat menyelesaikan persoalan status lahan HGU Sei Mangkei.”
Dia mengakui selama ini ada tudingan bahwa yang memperlambat status KEK Sei Mangkei adalah Kabupaten Simalungun.
“Sekarang soal administrasi sudah clear dari Simalungun. Tidak ada alasan BPN [Badan Pertanahan Nasional] untuk tidak menerbitkan status lahan Sei Mangkei. Investor pun sudah tidak perlu ragu lagi soal status lahan di Sei Mangkei,” tuturnya.
Secara Terpisah, Direktur Perencananaan dan Pengembangan Usaha PTPN IV Medan Memed Wiramiharja mengakui studi kelayakan pembangunan pabrik oleokimia di Sei Mangkei sudah selesai.
“Studi kelayakannya sudah rampug. Tahun ini pembangunan fisik sudah dimulai,” tuturnya.
Dia optimis langkah PTPN III dan IV masuk ke industri hilir kelapa sawit dengan membangun pabrik oleokimia bukan sekedar ikut-ikutan, namun ingin menciptakan nilai tambah dari minyak sawit mentah yang selama ini dijua keluar negeri.
“Hilirisasi minyak sawit mentah multak dilakukan untuk menaikkan nilai tambah minyak sawit,” tuturnya. (esu)
Oleh on

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum