Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Monday, January 16, 2012

Apkasindo Targetkan Produksi CPO Sumut

Medan. Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menargetkan produksi crude palm oil (CPO) di Sumatera Utara (Sumut) mengalami peningkatan sekira 5% dibandingkan tahun lalu yang mencapai sekitar 3,2 juta ton. Peningkatan ini didukung oleh penggunaan klon-klon tanaman unggul serta perawatan, sehingga produktivitas dapat mencapai 15 ton per hektare per tahun.
Sekjend Apkasindo, Asmar Arsyad, mengatakan, peningkatan CPO memang harus dilakukan karena pasar sudah terbuka luas dengan negara-negara baru. "Berarti permintaan akan meningkat dan petani harus bisa menggenjot produktivitas tanaman," ujarnya  Jumat (13/1),

Dikatakannya, produksi Tandan Buah Segar (TBS) petani diproyeksikan meningkat karena banyak tanaman sudah memasuki masa berbuah ditahun ini. Meski dikhawatirkan dengan cuaca yang tidak menentu, akan mengakibatkan panen bisa gagal. "Asal tidak ada hujan, kemungkinan bisa panen banyak karena sebagaian tanaman sudah memasuki masa berbuah," katanya.

Untuk posisi harga TBS di tingkat petani saat ini, menurut Asmar, masih dalam posisi stabil berkisar Rp 1.350-Rp 1.400 per kg serta di tingkat pabrik Rp 1.550 per kg atau naik sedikit dibandingkan sepekan lalu dengan harga Rp 1.450 per kg.

Harga TBS ini, juga diproyeksikan akan stabil sepanjang tahun 2012 atau diharapkan melonjak hingga Rp 2.000 per kg. Apalagi dengan permintaan CPO yang semakin meningkat dari pasar-pasar baru, akan menjadi peluang bagi petani memperoleh pendapatan yang lebih banyak.
"Dari besarnya peningkatan ini nanti, sudah seharusnya pemerintah mendukung petani dengan mengembalikan dana Pungutan Ekspor (PE) atau Bea Keluar (BK) CPO dalam mendukung naiknya produktivitas tanaman kelapa sawit," harap Asmar.

Apkasindo juga meminta petani menggunakan klon-klon tanaman unggul dan baru, pemupukan serta perawatan secara maksimal dimulai dari masa tanam hingga pasca panen.

Sementara Ketua Umum Apkasindo, Anizar Simanjuntak, mengatakan, pihaknya mendukung tuntutan yang dilakukan seluruh petani dalam pembenahan Undang-undang (UU) agraria, penghentian perampasan tanah serta kriminalisasi (bahkan pembunuhan) petani.

"Kita mendukung semua yang dituntut petani se Indonesia tentang agraria. Tetapi kita menolak demokrasi yang anarkis, meski kita tahu pemerintah kurang berpihak kepada petani khususnya dalam pemberian lahan dan banyak petani yang menjadi korban," tegasnya.

Begitupun, dalam menuntut reforma agraria tersebut, Apkasindo meminta semua pihak lebih tertib khususnya petani yang tergabung di Apkasindo. Pihaknya akan terus melakukan pendekatan melalui hukum dan meminta pemerintah dapat mengatasinya karena memang UU agraria tidak berpihak kepada petani. "UU Agraria itu jelas hanya berpihak pada pengusaha-pengusaha besar. Petani butuh lahan dan pemerintah harus mendukung ini," pungkas Asmar.

Dkitempat terpisah, Bendahara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut, Laksmana Adyaksa mengatakan, dalam mencapai peningkatakn produksi minyak kelapa sawit yang diprediksi naik hingga 7,5% atau menjadi sekitar 1,5 juta ton dibandingkan produksi tahun lalu sebesar 1,4 juta ton, didukung dengan replanting tanaman yang sudah tahun ketiga dilakukan.

"Tahun ini merupakan tahun ketiga peremajaan kembali kelapa sawit. Dengan begitu, ada sekitar 1.000 hingga 2.000 hektare tanaman kelapa sawit yang belum menghasilkan pada tahun ini," katanya.

Sekitar 5 tahun mendatang atau saat kelapa sawit memasuki usia produktif, tanaman tersebut akan terjadi peningkatan produksi yang signifikan. Puncak produksi ini harus didukung oleh industri hilir yang memadai. Dengan tanaman kualitas unggulan yang dapat berproduksi lebih baik dari generasi sebelumnya bisa menghasilkan sekitar 40 ton TBS dan kandungan minyak yang lebih besar antara 3,8% hingga 4% dibanding tanaman generasi pertama. (yuni naibaho)/MB

No comments:

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum