Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Friday, February 7, 2014

Madura berpotensi menjadi penghasil gula terbesar di tanah air

Pulau Madura, selain populer sebagai penghasil garam, juga berpotensi menjadi salah satu penghasil gula terbesar di tanah air.
Aris Toharisman, Direktur Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) mengatakan, setelah dilakukan penelitian dan kajian, Madura menyimpan potensi besar untuk industri gula.


”Kajian yang dilakukan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) memberikan fakta menarik. Sekitar 250.000 hektar lahan di Madura relatif sesuai untuk perkebunan tebu dan bisa menghasilkan antara 60 hingga 90 ton per hektar,” katanya saat dikonfirmasi LICOM. Jumat (24/1/2014).

Potensi itu bisa mendukung pembangunan 10 pabrik gula (PG) baru, dengan masing-masing kapasitas giling 10.000 ton tebu per hari (TCD/ton cane per day). Sebagai pembanding, area tebu di Jawa Timur saat ini sekitar 200.000 hektar dengan 31 PG yang menghasilkan gula sekitar 1,2 juta ton per tahun.

Aris menambahkan, potensi area tebu yang sangat masif di Madura, bisa menjadi tumpuan produksi gula. Selain itu juga sangat prospektif dikelola sebagai industri gula terpadu. Pabrik gula dapat diintegrasikan dalam sebuah kompleks industri berbasis tebu seperti bioetanol, listrik, kertas, pakan ternak, pupuk organik dan produk-produk komersial lainnya.

”Integrasi semacam itu sulit dilakukan di Jawa, mengingat rata-rata kapasitas giling PG hanya 3.500 TCD, sehingga hilirisasi produk turunan tebu sulit memenuhi skala keekonomian,” ujar Aris.
Saat ini area tebu di Madura baru mencapai sekitar 1.500 hektar yang terkonsentrasi di Sampang dan Bangkalan. Tahun 2014, area tebu kemungkinan meningkat menjadi 4.000 hektar, seiring dengan program pengembangan yang didanai APBN. Dua tahun berikutnya, ketika sudah ada PG, area tebu diperkirakan mencapai 10.000 hektar.

Jika dibanding dengan potensi area tebu lainnya di luar Jawa, Madura jauh lebih menjanjikan. Infrastruktur tersedia sangat memadai. Jalan, jembatan, pelabuhan, jaringan listrik dan komunikasi tinggal pakai. Tenaga kerja juga cukup tersedia. Untuk itu, investasi ke Madura juga cukup terbuka lebar.
Kondisi tersebut, kata Aris, jauh berbeda dengan lokasi lain seperti Merauke yang juga dari sisi lahan sangat potensial untuk pengembangan tebu. Merauke sebelumnya sempat banyak diwacanakan sebagai daerah pengembangan tebu oleh pemerintah. Namun, kondisi infratruktur tidak mendukung.

”Di Merauke infrastruktur dan tenaga kerja di sektor pertanian sangat terbatas. Saat musim hujan, pengendara motor harus berjibaku dalam kubangan lumpur untuk bisa menempuh lokasi kebun. Mobil bahkan sulit. Belum lagi masyarakat di sana sebagian besar belum terbiasa bergelut di pertanian tanaman semusim,” alasannya.

Aris menambahkan, pengembangan tebu di Madura memang tidak mudah dan menghadapi berbagai tantangan. Pertama, budidaya tebu masih relatif baru bagi sebagian besar petani, sehingga butuh sosialisasi dan transfer teknologi yang  sungguh-sungguh, agar tingkat keberhasilannya tinggi. Kedua, petani Madura terbiasa dengan tanaman pangan atau tanaman semusim berumur pendek, yang hasilnya bisa segera dijual.
“Ini berbeda dengan tebu, karena petani harus bekerjasama dengan PG dan perlu waktu minimal setahun sejak tanam hingga hasilnya bisa dinikmati,” tegasnya.

Ketiga, rasa memiliki orang Madura relatif tinggi yang tercermin dalam pengelolaan lahan. Kadangkala sulit membongkar pembatas di antara lahan-lahan yang berbeda kepemilikan, walaupun sekadar untuk kebutuhan saluran drainase.

”Tantangan tersebut perlahan sudah bisa dikelola menjadi peluang. Buktinya, kini makin banyak investor yang melirik Madura. Area tebu pun terus bertambah. Madura bagaikan gula yang memikat banyak semut. Jangan heran bila kelak persepsi anak cucu kita tentang Madura berbeda dengan orangtuanya. Bukan hanya penghasil garam, tetap menjadi lumbung gula terbesar di Indonesia,” pungkas Aris. (@dony - www.lensaindonesia.com)

Sumber : PTPN XI

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum