Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Sunday, June 10, 2012

KEK Sei Mangkei tidak hanya untuk CPO

MEDAN - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei tidak akan dibatasi untuk industri hilir CPO saja. Dengan adanya induk usaha (holding) 14 BUMN Perkebunan yang berpusat di Sumut, ke depan, KEK Sei Mangkei terbuka untuk industri hilir semua komoditas, seperti karet.
Direktur Utama Holding BUMN Perkebunan, Megananda Daryono saat beraudiensi dengan plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho belum lama ini mengatakan, untuk pengembangan Sei Mangke ke depannya, pihaknya tidak akan membatasi KEK tersebut hanya untuk industri hilir CPO saja. Dengan dukungan infrastruktur transportasi yang baik berupa pelabuhan laut, udara dan kereta api, Megananda yakin, KEK Sei Mangkei tersebut sangat layak bagi banyak investasi.

“Tidak saja untuk CPO, kita membuka peluang investasi seluas-luasnya bagi investor. Bisa juga industri hilir karet, karena kita juga punya karet yang cukup,” kata Megananda.

Bukan itu saja, Megananda mengungkapkan, pihaknya ke depan juga akan mengintegrasikan sawit dengan industri hilir peternakan sapi. Tahun ini saja, jelas dia, ada 35 ribu sapi yang dipasok ke perkebunan-perkebunan sawit milik PTPN di Sumut.

“Untuk PTPN III dan IV masing-masing 15 ribu dan PTPN II sebanyak lima ribu ekor yang akan dibesarkan di Sumut. Tahun depan jumlahnya akan ditingkatkan lagi. Program ini akan mendorong swasembada daging Sumut dan sekaligus kita mengharapkan akan berkembangnya industri hilir daging sapi di Sumut,” terang Megananda.

Oleh karena itu, lanjut Megananda, semua industri hilir yang akan dikembangkan di KEK Sei Mangkei akan disambut terbuka karena semakin banyak investasi di KEK tersebut akan semakin baik demi percepatan perluasan ekonomi Indonesia dan Sumut khususnya. Megananda juga mengungkapkan, pihaknya tidak perlu menunggu investor di Sei Mengkei, karena PTPN 1-14 sudah siap mendirikan industri hilir di kawasan tersebut.

Megananda menjelaskan, Holding BUMN Perkebunan tersebut membawahi 14 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia dengan total asset Rp 50 Trilyun. Holding BUMN Perkebunan juga berpotensi membukukan laba bersih sebesar Rp5,3 triliun pada akhir tahun 2012, melonjak dari tahun 2011 yang diperkirakan sekitar Rp3,6 triliun.

Dengan asset lahan seluas 1 juta hektar menurut Megananda menjadikan Holding BUMN sebagai perusahaan perkebunan terbesar di dunia. Megananda yang merupakan Dirut PT PN III ini mengungkapkan bahwa sebagian besar operasional Holding akan dijalankan di Medan mengingat tujuh direktur holding berasal dari PTPN III.

Dikatakannya, masing-masing PT PN akan berproduksi seperti biasa dimana ditekankan kepada setiap perkebunan untuk meningkatkan produksi sebanyak-banyaknya dengan biaya seminimal mungkin. Sedangkan untuk pemasaran dan pembayaran untuk setiap komoditi yang dihasilkan PT PN akan dilakukan secara satu pintu oleh holding, sehingga dapat meningkatkan kekuatan.

Untuk pengembangannya ke depan, holding akan meningkatkan investasi diantaranya meningkatkan produksi dengan perluasan lahan, dan masuk pada industri hilir. "Untuk mengejar swasembada gula, misalnya, kami akan meningkatkan produksi dengan cara membuka lahan baru di Sumatera Selatan, Kalimantan dan kawasan Indonesia Timur. Selanjutnya, pemasaran akan diupayakan lebih baik, yang selama ini gula hasil produksi dijual per karung, maka akan diuusahakan dengan retail dalam kemasan kecil yang bisa dikerjasamakan dengan perusahaan daerah. Dengan begitu harga jual dapat lebih baik lagi, karena meminimalkan perantara," bebernya.

Sementara itu, plt Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho mengharapkan pembentukan holding 14 BUMN Perkebunan tersebut memberi manfaat besar bagi warga Sumatera Utara. Terlebih karena Sumut menjadi pusat aktivitas bagi manajemen holding BUMN tersebut.
Editor: ANGGRAINI LUBIS(Wpd)
(dat17/wol)

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum