Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Sunday, June 17, 2012

TBS dan Karet Paluta Anjlok

Harga karet dan harga tanda buah sawit (TBS) di Kabupaten Padang Lawas Utara (PALUTA)  beberapa bulan terhir anjlok seiring anjloknya harga pasar dunia.
Hal itu tentu membuat masyarakat resah karena penurunan harga yang begitu tajam seperti Karet dari Rp15.000/Kg menjadi Rp7.000/Kg.
Begitu juga dengan harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat penampung turun drastis dari Rp 1.600 menjadi Rp 1.070 perkilogram.

Seperti dikatakan salah seorang petani, Aris (27) warga Gunungtua, kemarin, harga getah karet beberapa pekan terakhir turun sebesar Rp 8.000 per kg.
” Mau bilang apa, harga turun hingga kisaran Rp 7.000 per kg, akibat turunnya harga karet petani merugi jutaan rupiah per hektar,” katanya.
Untuk menyiasati kerugian lebih besar ini, lanjutnya petani memilih tidak menjual karetnya dan menyimpannya di kolong rumah atau di belakang rumah hingga kondisi harga normal.
“Menyimpan bagi yang memiliki modal untuk keperluan rumah tangga, tetapi bagi yang tidak memiliki simpanan, mereka tetap menjual dengan harga murah,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan, Ishak Harahap (39). Menurutnya, anjloknya harga jual getah karet ini terjadi diluar dugaannya, sehingga pendapatan masyarakat yang memiliki lahan tanaman karet berkurang di luar hari biasanya.
“Petani karet mulai malas menderes, begitu juga tukang deres sudah banyak yang tidak mau bekerja sebagai penderes. Sebab, hasil menderes tidak mampu lagi untuk menopang kehidupan rumah tangga, apalagi dalam sistem upah dengan memakai sistem bagi hasil,” terangnya.
Keduanya berharap harga getah karet dan harga sawit tidak sampai anjlok lagi, karena sebagian besar masyarakat sangat bergantung dengan kebun karet.
Kalau harga anjlok tentu saja sangat merugikan petani. Demikian petani sebagaimana dikutif dari situs Kementerian BUMN, kemarin. (rapi)C-I

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum