Quote:
dokumentasi "VERSI" elektronik-ku ini bermaksud membiasakan menggunakan " LESS PAPER " ,serta "PENGHORMATAN ATAS KEBEBASAN BERPENDAPAT,BEREKSPRESI,& BERKREASI," utk menyampaikan informasi,dalam "AKTIVITAS HARIAN".. beberapa "ada" yang dikutip dari berbagai sumber yang *inspiratif* jika ada yg kurang berkenan mohon dimaklumi,jika berminat utk pengembangan BloG ini silahkan kirim via email. mrprabpg@gmail.com...Thank's All Of You

running text

Search This Blog

sudah lihat yang ini (klik aja)?

Wednesday, October 2, 2013

Luas Perkebunan Tembakau Sumut Minim

Medan. Saat ini luas lahan perkebunan tembakau di Sumatera Utara (Sumut) hanya berkisar 1.300 hektare saja dan 1.000 hektare di antaranya perkebunan rakyat (petani), sedangkan sebanyak 300 hekaternya lagi berasal dari perkebunan tembakau milik PTPN2.

"Sistem penanaman untuk tembakau itu harus memiliki kriteria yang khusus, mulai dari pembenihan, pemeliharaan, panen hingga pasca panen. Sehingga banyak petani lebih memilih komoditas lain untuk perkebunannya ketimbang tembakau," kata Kepala Dinas Perkebunan Sumut Aspan, didampingi Kabid Produksi Perkebunan Sumut Herawati kepada MedanBisnis, Jumat (27/9) di Medan.

Dikatakan Aspan, selain membutuhkan perlakuan khusus, untuk pemanfaatan lahannya juga membutuhkan rentang waktu istirahat yang cukup panjang setelah pasca panen. Selain itu, iklim basah juga akan mempengaruhi kualitasnya, sehingga dapat dipastikan produksinya juga terbatas.

"Pada tembakau deli, setelah panen dilakukan lahan tidak bisa langsung ditanami, karena dapat menurunkan elastisitasnya. Sedangkan pada tembakau virginia dan burley memang walaupun dalam setahun bisa dilakukan 2 kali panen, tetapi bukan berarti petani mengembangkannya. Sebab, perawatannya seperti merawat bayi, sangat sulit,” jelasnya.

Saat ini, tambah Aspan, kawasan Sumut yang intens memproduksi tembakau walaupun jumlahnya cukup banyak dan tersebar, tetapi luas lahannya jauh lebih minim dibandingkan dengan komoditas perkebunan lain. Pengembangan tembakau rakyat berada di Kabupaten Simalungun, Taput, Humbahas, Karo, Dairi, Palas, Tapsel, dan Madina. Namun hanya tembakau deli saja yang diekspor ke luar negeri.

"Untuk kawasan Simalungun, Taput, Humbahas, Karo, dan Dairi bermitra dengan pabrik STTC (Sumatera Tobaco Tredding Company). Tetapi, itupun hanya mampu memenuhi 35% dari total kebutuhan pasokan pabrik, sehingga sisanya harus didatangkan dari luar seperti Jawa.

Sementara untuk tembakau deli produksinya masih di sekitaran sungai ular saja yang masih tersisa," ujarnya.

Menurut dia, petani tembakau juga jumlahnya tidak pernah ada pengembangan. Para petani tembakau yang berproduksi saat ini nota bene merupakan usaha turun temurun dari keluarganya. "Jadi para petani tembakau yang ada saat ini hanya meneruskan tradisi turun temurun saja," imbuhnya.

Untuk meningkatkan produksi dan memenuhi pasokan tembakau yang dibutuhkan, Dinas Perkebunan Sumut juga berharap STTC memperluas petani binaannya. “Walaupun selama ini STTC juga mendapatkan pasokan dari PTPN2 berupa sortiran tembakau deli selain 5 kawasan perkebunan sebagai mitranya tersebut, jumlah pasokan yang dibutuhkannya belum juga mencukupi,” jelas Aspan. (cw 02)

cari apa aja di OLX

Sponsor By :

TEMBAKAU DELI

Hobies

Momentum